Jakarta, Beritageothermal.com – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Wardiman, mencatatkan prestasi di tingkat internasional setelah dipercaya menjadi Oral Presenter dalam 15th ITB International Geothermal Workshop (IIGW) 2026. Pada forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi energi panas bumi dari berbagai negara itu, ia memaparkan hasil riset mengenai pemanfaatan energi panas bumi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di daerah.
Bagi Wardiman, kesempatan tampil sebagai pembicara di forum internasional tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penelitian yang telah disusunnya selama ini.
“Tentu sangat senang dan bersyukur. Riset yang kami kerjakan mendapat apresiasi di forum sekelas ITB International Geothermal Workshop,” ujarnya.
Dalam paparannya, Wardiman mengangkat penelitian mengenai strategi pemanfaatan langsung (direct use) energi panas bumi di Kabupaten Luwu Utara. Menurutnya, potensi geotermal di daerah tersebut tidak hanya relevan untuk pembangkit listrik, tetapi juga dapat dimaksimalkan guna menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia menilai pemanfaatan panas bumi berpeluang mendukung pengembangan sektor pertanian, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendorong industri skala kecil, hingga meningkatkan daya tarik sektor pariwisata.
“Energi panas bumi tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik. Potensinya juga besar untuk mendukung sektor nonkelistrikan,” katanya.
Wardiman menjelaskan, keberhasilannya menjadi oral presenter diawali dengan proses seleksi ilmiah yang ketat. Naskah penelitian yang diajukan harus melewati tahapan peer review sebelum akhirnya dinyatakan layak dipresentasikan di hadapan peserta konferensi internasional.
Menurutnya, kualitas riset yang baik harus diiringi dengan kesiapan menerima masukan dari para penelaah agar hasil penelitian semakin kuat.
“Kualitas penelitian, keterbukaan terhadap proses evaluasi, serta komitmen menyempurnakan karya ilmiah menjadi faktor penting,” jelasnya.
Di balik pencapaiannya, Wardiman mengaku menghadapi tantangan saat mempersiapkan presentasi dalam bahasa Inggris sekaligus memastikan materi yang disampaikan tetap memiliki kualitas akademik yang baik. Ia mengatakan latihan secara rutin serta arahan dari dosen pembimbing menjadi bekal penting hingga mampu tampil percaya diri di forum tersebut.
Pada kesempatan itu, Wardiman juga membagikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya tampil di konferensi internasional. Menurutnya, keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam melakukan penelitian menjadi modal utama.
“Jangan takut untuk mencoba. Mulailah dari penelitian yang berkualitas, berani mengirimkan karya, dan jangan menyerah jika menghadapi penolakan. Setiap konferensi adalah kesempatan untuk belajar, memperluas jaringan, dan mengembangkan diri,” pungkasnya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















