Jakarta, Berita Geothermal – Kebutuhan energi bersih yang terus meningkat mendorong pemanfaatan panas bumi kembali menjadi sorotan dalam strategi energi nasional. Indonesia, yang berada di jalur cincin api, dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi geotermal sebagai tulang punggung ketahanan energi sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Menjawab peluang tersebut, PT Geo Dipa Energi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi, tidak hanya sebatas pembangkit listrik, tetapi juga untuk kebutuhan langsung masyarakat.
Mengutip laman resmi BRIN, kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama riset terkait optimalisasi pemanfaatan langsung (direct use) di wilayah kerja panas bumi. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi panas dari berbagai sumber, mulai dari fluida sumur bor, limbah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), hingga sumber alami seperti mata air panas.
Pendekatan ini memanfaatkan teknologi heat exchanger yang memungkinkan panas bumi bersuhu rendah hingga menengah diolah menjadi energi produktif. Skema ini dinilai efektif diterapkan di wilayah dengan kondisi geografis tertentu, terutama daerah dataran tinggi dan kawasan pertanian.
Wilayah seperti Dieng dan Patuha disebut menjadi prioritas pengembangan karena karakteristik alamnya yang mendukung. Di kawasan Dieng, suhu udara yang relatif dingin membuka peluang penggunaan sistem pemanas terpusat (district heating) untuk sektor pariwisata dan permukiman.
Sementara itu, di sektor agroindustri, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk proses pengeringan hasil pertanian seperti sayuran dan tomat. Pemanfaatan ini berpotensi meningkatkan kualitas, daya tahan, serta nilai jual produk pertanian lokal.
Kolaborasi antara Geo Dipa Energi dan BRIN ini menandai pergeseran pemanfaatan panas bumi ke arah yang lebih luas. Tidak lagi hanya berfokus pada listrik, tetapi juga menjadi pendorong pembangunan berbasis energi bersih yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis wilayah, pengembangan direct use di kawasan seperti Dieng dan Patuha diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru, mulai dari sektor pariwisata hingga agroindustri.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















