Jakarta, Berita Geothermal – Pemanfaatan energi panas bumi dinilai bisa menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).
Penelitian tersebut disusun oleh Djoko Nurprawito, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Industri FTUI, yang berhasil meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan dan IPK 3,81.
Lewat disertasi berjudul “Model Struktural Hierarkis Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Energi Panas Bumi”, Djoko menggarisbawahi bahwa potensi energi panas bumi di Indonesia masih sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal, khususnya oleh pelaku UMKM.
Dalam risetnya, Djoko menyoroti pemanfaatan energi panas bumi bersuhu rendah hingga menengah sebagai alternatif energi untuk mendorong industrialisasi hijau sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil.
Penelitian dilakukan pada empat sektor unggulan di Kabupaten Garut, yakni industri penyamakan kulit, dodol, minyak akar wangi, dan batik. Pendekatan yang digunakan bersifat eksploratif dengan metode campuran untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.
Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan kerangka Resource-Based View (RBV) melalui metode VRIO dalam menilai keunggulan kompetitif. Selain itu, metode Interpretive Structural Modeling (ISM) dan MICMAC juga digunakan guna memetakan faktor-faktor strategis yang berpengaruh terhadap implementasi energi panas bumi.
Hasilnya menunjukkan bahwa sektor penyamakan kulit, dodol, dan minyak akar wangi memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sementara sektor batik masih berada pada tingkat keunggulan kompetitif sementara.
Djoko juga menemukan lima faktor kunci yang menjadi penentu keberhasilan penerapan energi panas bumi di sektor UMKM. Kelima faktor tersebut meliputi kemampuan teknologi, ketersediaan energi untuk produksi, kelayakan ekonomi, dukungan kebijakan pemerintah, serta persepsi pelaku UMKM terhadap teknologi energi panas bumi.
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan peran energi terbarukan tidak terbatas pada sektor energi saja, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya relevan bagi sektor energi, tetapi juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mendorong industrialisasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Secara keseluruhan, temuan ini memperlihatkan bahwa energi panas bumi memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan sebagai solusi berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan dukungan teknologi, kebijakan yang tepat, serta kesiapan pelaku usaha, energi ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama dalam mewujudkan industrialisasi hijau dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















