Berita Geothermal —Jawa Barat kian meneguhkan diri sebagai provinsi dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) terbesar di Indonesia. Hingga tahun 2030, provinsi ini akan memperoleh tambahan kapasitas sebesar 205,6 megawatt (MW) dari sejumlah proyek baru maupun pengembangan unit yang sudah ada.
Tambahan kapasitas ini tidak hanya memperkuat pasokan energi bersih nasional, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja yang akan menopang pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mendukung agenda transisi energi rendah karbon.
Rincian Proyek Star Energy Geothermal
Kontribusi besar datang dari Star Energy Geothermal, anak usaha Barito Renewable Energy (BREN). Perusahaan ini menargetkan tambahan kapasitas 95,6 MW hingga 2026, dengan rincian sebagai berikut:
• Wayang Windu Unit 3: 30 MW, ditargetkan beroperasi Desember 2026.
• Salak Unit 7: 40 MW, target Desember 2026.
• Salak Unit 4, 5, dan 6 (retrofit): tambahan 7,2 MW, target Agustus 2025.
• Wayang Windu Unit 1 dan 2 (optimalisasi): tambahan 18,4 MW, target Januari 2026.
BREN menyebutkan, proyek-proyek tersebut akan menciptakan 3.356 lapangan kerja, yang mayoritas terserap pada masa konstruksi.
Selain itu, Star Energy juga sudah menambah kapasitas lewat PLTP Salak Binary 16,6 MW yang mulai beroperasi pada Februari 2025. Proyek ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Juli 2025.
PLTP Cipanas, Cianjur
Proyek strategis lain adalah PLTP Cipanas di Kabupaten Cianjur. Pembangkit yang dikembangkan oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango (bagian dari Sinar Mas Group) ini menargetkan operasi komersial (COD) pada 2030 dengan kapasitas awal 55 MW.
Meski jumlah kebutuhan tenaga kerja belum diumumkan secara resmi, proyek ini dipastikan menyerap ribuan pekerja, terutama saat fase konstruksi.
PLTP Patuha Unit 2
Di Kabupaten Bandung, proyek PLTP Patuha Unit II tengah dikerjakan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero). Pembangkit berkapasitas 55 MW ini ditargetkan beroperasi pada 2027.
Geo Dipa memperkirakan kebutuhan sekitar 500 tenaga kerja selama masa puncak pembangunan, yang berlangsung pada 2026 hingga awal 2027.
Kapasitas PLTP Jawa Barat Saat Ini
Per 16 Agustus 2025, total kapasitas panas bumi terpasang di Jawa Barat mencapai 1.194 MW. Berikut rinciannya:
• Salak (Awibengkok) – 377 MW
• Darajat – 270 MW
• Kamojang – 235 MW
• Wayang Windu – 227 MW
• Patuha – 55 MW (hanya Unit 1 yang beroperasi, Unit 2 dalam pengembangan)
• Karaha – 30 MW
Jika seluruh proyek baru terealisasi sesuai target, maka pada 2030 kapasitas panas bumi Jawa Barat akan meningkat menjadi sekitar 1.400 MW. Angka ini semakin mengukuhkan posisi Jawa Barat sebagai lumbung panas bumi nasional.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















