Berita Geothermal – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif pada paruh pertama tahun 2025. Berbagai program strategis yang dijalankan mendorong peningkatan produksi energi, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) demi mendukung target swasembada energi nasional.
Dalam konferensi pers pada Senin (11/8), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa langkah-langkah ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait swasembada energi dan hilirisasi.
“Pemerintah terus memastikan ketersediaan energi yang andal sebagai pendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan, pada subsektor kelistrikan, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional tumbuh signifikan—meningkat 4,4 gigawatt (GW) dibandingkan 2024. Dari angka tersebut, 876,5 megawatt (MW) berasal dari pembangkit listrik EBT, termasuk panas bumi.
Sementara realisasi konsumsi listrik per kapita juga telah mencapai 1.448 kWh, atau 98,9% dari target 1.464 kWh tahun ini, mencerminkan peningkatan akses dan pemanfaatan energi di masyarakat.
Berikut ini rincian penambahan kapasitas listrik EBT semester I 2025:
• Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): 233,3 MW, tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
• Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP): 105,2 MW, terdiri dari PLTP Lumut Balai (Lampung), PLTP Blawan Ijen (Jawa Timur), dan PLTP Gunung Salak (Jawa Barat).
• Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm): 37,8 MW, tersebar di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
• Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA): 492 MW dari PLTA Merangin, Jambi.
Pemerintah menegaskan bahwa akselerasi penambahan kapasitas EBT akan terus dilanjutkan pada semester berikutnya, sebagai bagian dari transisi energi yang berkelanjutan dan terukur.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















