Dilansir dari Coaction.id, Indonesia termasuk dalam deretan ring of fire. Dengan demikian, energi geothermal kita diperkirakan menghasilkan sebesar 28 gigawatt listrik. Jumlah ini sangatlah besar dibanding dengan negara-negara lain di dunia.
Bahkan, Indonesia memiliki dua potensi geothermal berwujud vulkanik dan non vulkanik. Potensi non vulkanik ini justru tersebut belum dimaksimalkan. Letaknya berada di sekitar Sumatera Timur, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Tipe Energi Panas Bumi
Fluida thermal geothermal memiliki wujud yang berbeda-beda. Konsistensi antara suhu uap dan cairannya tidak selalu sama akibat prosesnya. Tekanan injeksi air menuju reservoir dapat pula dilakukan berbagai metode stimulasi. Menurut Wikipedia, berikut tipe-tipe energi panas bumi:.
1. Reservoir Didominasi Uap
Tipe ini tergolong memiliki uap super panas karena suhunya mencapai 240 °C hingga 300 °C. Panas akan terjebak pada lapisan kondensat di atas sehingga batas-batas reservoir harus memiliki permeabilitas buruk guna mencegah terisinya reservoir oleh air.
2. Reservoir Didominasi Cairan
Dibandingkan sebelumnya, reservoir ini memiliki temperatur yang cenderung rendah, yakni antara 20 hingga 350 °C. Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi di Gunung Wayang Windu, Bandung.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















