Kekurangan Panas Bumi
Sayangnya, pemanfaatan energi pada industri selalu dibarengi dengan kekurangan atau kelemahan yang tidak dapat dihindari. Apabila Anda ingin menerapkan sumber energi geothermal, maka Anda harus mempertimbangkan hal seperti itu. Berikut kami paparkan kekurangan panas bumi:
1. Biaya Modal Tinggi
Bagi para pebisnis baru yang berpikir untuk menggunakan energi panas bumi, umumnya biaya menjadi permasalahan utama. Untuk situs berukuran sedang, pemberdayaannya memerlukan biaya hingga 300 juta rupiah yang dapat dibayar selama 5 hingga 10 tahun.
Dalam beberapa kasus, lokasi energi panas bumi terletak jauh dari populasi, sehingga membutuhkan jaringan sistem distribusi yang luas. Ini hanya menambah biaya keseluruhan yang cukup signifikan untuk menerapkan pembangkit tenaga panas bumi.
2. Hanya Cocok Pada Lokasi Tertentu
Segala sesuatu yang berhubungan dengan situs energi geothermal tidak bisa ditentukan sembarangan. Pembangkit harus dibangun pada tempat di mana energi dapat diakses dan tidak boleh mengganggu pemukiman. Jika tidak, partikel-partikel yang beracun akan membahayakan manusia.
Tentunya, letaknya harus berada di sekitar lempeng tektonik dimana terdapat temperatur tinggi dan sumber geothermal. Namun tidak menjadi masalah jika Anda tinggal di area yang mudah dijangkau energi panas buminya, seperti Islandia atau Indonesia.
3. Memicu Gempa Bumi
Energi geothermal juga mempengaruhi kestabilan tanah. Hal ini disebabkan oleh perubahan struktur bumi akibat penggalian. Jika memaksa air masuk ke kerak bumi untuk membuka celah, maka hal ini akan berisiko pada eksploitasi sumber daya yang lebih besar.
Apabila permasalahan ini semakin intens dan tidak ditangani secara benar, maka akan memicu gempa bumi di sekitar. Proses ini merupakan hydraulic fracturing. Namun, karena sebagian besar pembangkit geothermal jauh dari pusat populasi, implikasi dari gempa bumi akan relatif kecil.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















