Berita Geothermal — Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, bersiap mencatat sejarah. Dikelola PT Sokoria Geothermal Indonesia (SG), anak usaha KS Orka, proyek ini tengah dikembangkan agar seluruh kebutuhan listrik di Ende dipasok sepenuhnya dari energi bersih panas bumi.
Saat ini, PLTP Sokoria memiliki kapasitas 8 MW yang mampu memenuhi hampir 50% kebutuhan listrik Kabupaten Ende. Perusahaan kini menambah pembangunan unit baru berkapasitas 11 MW. Jika telah beroperasi (COD), maka total kapasitas akan mencapai 19 MW dan menjadikan Ende sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang 100% ditopang energi panas bumi.
“Kami berharap pengembangan ini dapat menjadikan Ende sebagai contoh nyata daerah yang seluruhnya ditopang energi bersih,” ujar Yan Tang, Chief Operating Officer KS Orka Renewables, dikutip dari Asian Power, Jumat (5/9).
PLTP Sokoria pertama kali beroperasi pada 2021 dengan sistem organic rankine cycle (ORC) penuh. Teknologi ORC yang dikembangkan induk usaha KS Orka, Kaishan Group, memungkinkan pemanfaatan uap sisa dan air panas (brine) untuk menghasilkan listrik tambahan tanpa pengeboran sumur baru.
Selain menekan biaya produksi, teknologi ini juga membuat listrik lebih kompetitif dan membuka peluang pengembangan lapangan panas bumi bertekanan rendah yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis.
Selain Sokoria, KS Orka juga mencetak pencapaian penting di PLTP Sorik Marapi, Sumatera Utara. Sejak mengambil alih konsesi pada 2016, kapasitas pembangkit tersebut terus meningkat: 45 MW (2019), 45 MW (2021), 55 MW (2022), 27 MW (2023), dan terbaru 33 MW (2024). Dengan tambahan ini, total kapasitas Sorik Marapi telah menembus 200 MW, menjadikannya salah satu proyek energi bersih berbasis beban dasar terbesar di Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan target nasional untuk meningkatkan bauran energi bersih menjadi 44% pada 2030, dari posisi sekitar 12% saat ini. Pemerintah pun menyiapkan pembangunan 75 gigawatt proyek energi terbarukan dalam 15 tahun ke depan.
Tang menegaskan, pengembangan Sokoria dan Sorik Marapi mendukung langsung pencapaian target tersebut.
Di luar aspek teknologi, KS Orka juga berkomitmen pada pembangunan masyarakat sekitar. Di Sorik Marapi, perusahaan menjalankan program pertanian jagung dan kopi, budidaya ikan, pendidikan, kesehatan, hingga proyek lingkungan. Sementara di Sokoria, fokus diberikan pada pelatihan keterampilan, komunikasi terbuka, serta memastikan masyarakat lokal ikut merasakan manfaat dari proyek.
Indonesia memiliki sekitar 40% cadangan panas bumi dunia, namun baru memanfaatkan sekitar 12%.
“Energi bersih bukan hanya tentang menggantikan fosil, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar sumber daya,” tegas Tang.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















