Berita Geothermal — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan delapan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dalam sebuah konferensi video dari Bali, Kamis (26/6/2025). Kedelapan proyek ini merupakan bagian dari total 55 proyek energi baru dan terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi di seluruh Indonesia.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 26 Juni 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi,” ujar Presiden dalam sambutannya secara daring.
Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung dalam peresmian yang dipusatkan di PLTP Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, lantaran kondisi cuaca.
Ia menegaskan bahwa pembangunan proyek-proyek ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah menuju kemandirian energi.
“Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri dan kita akan mampu memberi energi kepada seluruh bangsa Indonesia dalam keadaan yang efisien dan ekonomis,” tegas Kepala Negara.
Rincian 8 Proyek PLTP yang Diresmikan
Berikut adalah delapan proyek PLTP yang diresmikan hari ini:
- PLTP Blawan Ijen Unit 1
- Lokasi: Bondowoso, Jawa Timur
- Kapasitas: 34 MW (COD: 9 Februari 2025)
- Potensi PNBP: Rp15 miliar/tahun, dapat meningkat hingga Rp39 miliar/tahun bila dikembangkan hingga 110 MW
- Bonus Produksi: Rp2,1 miliar (kapasitas 34 MW), berpotensi naik menjadi Rp6,9 miliar (110 MW)
- Proyek ini didukung 83 menara transmisi dan jaringan 150 kV untuk menopang sistem Jawa-Bali dan melistriki 85.000 hingga sekitar 390.000 rumah tangga.
- PLTP Sorik Marapi Unit 5
- Lokasi: Mandailing Natal, Sumatera Utara
- Kapasitas: 41,25 MW (COD: 1 Februari 2025)
- Investasi: 52,9 juta dolar AS
- Potensi tambahan PNBP dan bonus produksi: Rp12,56 miliar/tahun
- PLTP Salak Binary
- Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
- Kapasitas: 16,15 MW (COD: 8 Februari 2025)
- Investasi: 45,5 juta dolar AS
- Potensi tambahan PNBP dan bonus produksi: Rp5,2 miliar/tahun
Lima proyek panas bumi yang memulai tahap pembangunan :
- PLTP Patuha Unit 2
- Lokasi: Bandung, Jawa Barat
- Kapasitas: 55 MW
- Investasi: 211,16 juta dolar AS
- Potensi PNBP dan bonus produksi: Rp95,1 miliar/tahun
- PLTP Salak Unit 7
- Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
- Kapasitas: 40 MW
- Target COD: Desember 2026
- Investasi: 153,7 juta dolar AS
- Potensi PNBP dan bonus produksi: Rp58,8 miliar/tahun
- PLTP Wayang Windu Unit 3
- Lokasi: Bandung, Jawa Barat
- Kapasitas: 30 MW
- Target COD: Desember 2026
- Investasi: 120 juta dolar AS
- Potensi PNBP dan bonus produksi: Rp44,1 miliar/tahun
- PLTP Muaralaboh Unit 2
- Lokasi: Solok Selatan, Sumatera Barat
- Kapasitas: 80 MW
- Target COD: April 2027
- Investasi: 417 juta dolar AS
- Potensi PNBP dan bonus produksi: Rp29,5 miliar/tahun
- PLTP Ulubelu Gunung Tiga
- Lokasi: Tanggamus, Lampung
- Kapasitas: 55 MW
- Target COD: Desember 2029
- Investasi: 36,52 juta dolar AS
- Potensi PNBP dan bonus produksi: Rp34,5 miliar/tahun
Selain PLTP, Presiden juga meresmikan pembangkit listrik tenaga surya untuk daerah terpencil,
Acara peresmian ini dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, serta Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















