Berita Geothermal – Dewan Energi Nasional (DEN) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kampung KaDieu (Kampung Direct Use) yang dikembangkan oleh PT Geo Dipa Energi Unit Patuha di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Dina Nurul Fitria, anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan konsumen, saat mengunjungi Kampung KaDieu pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Dalam kunjungan itu, Dr. Dina mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep inovatif Kampung KaDieu sebagai pusat edukasi dan pemanfaatan langsung energi panas bumi (geothermal) untuk kehidupan masyarakat.
Menurut Dina, Kampung KaDieu bukan hanya memperlihatkan bagaimana panas bumi dapat menghasilkan listrik, tetapi juga menunjukkan manfaat lain yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di antaranya adalah pemanfaatan panas bumi untuk pertanian, perikanan, dan pengaturan suhu di greenhouse.
“Kampung ini luar biasa. Dalam dua tahun terakhir, sudah mewah menurut saya,” katanya.
Dina pun menyampakan pujian atas inovasi Geo Dipa atas pendirian kolam ikan, greenhouse dan berbagai tanaman yang memanfaatkan panas bumi.
“Ini bentuk nyata dari literasi geotermal yang inklusif dan menyentuh banyak aspek kehidupan,” ujar Nina kepada General Manager Geo Dipa Unit Patuha, Ruly Husnie Ridwan.
Dina juga menyampaikan bahwa Geo Dipa telah memainkan peran penting dalam memperkuat kesadaran publik terhadap potensi energi panas bumi sebagai solusi iklim dan sumber daya berkelanjutan.
Geo Dipa dinilai berhasil memposisikan Kampung KaDieu sebagai laboratorium hidup (living lab) untuk mengembangkan inovasi dan edukasi di bidang energi terbarukan.
Sekedar informasi, Kampung KaDieu resmi diluncurkan pada Selasa, 8 Juli 2025. Program ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pemanfaatan langsung panas bumi secara terpadu, inklusif, dan berkelanjutan. Kampung ini tidak hanya berfokus pada aspek energi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta edukasi lingkungan.
Sebagai langkah awal, Geo Dipa menghadirkan tiga proyek percontohan utama:
- Greenhouse dengan kapasitas 160 pohon tomat yang memanfaatkan panas bumi sebagai pengatur suhu, memungkinkan pertumbuhan optimal sepanjang tahun.
- Kolam ikan berkapasitas 200 ekor, dengan suhu air yang dijaga stabil oleh energi panas bumi, menciptakan lingkungan budidaya yang efisien.
- Food dehydrator skala kecil untuk mengeringkan hasil panen secara higienis dan ramah lingkungan, memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi.
Semua fasilitas ini dibangun di atas lahan milik Geo Dipa dan terbuka untuk masyarakat sebagai pusat edukasi dan inovasi. Kampung KaDieu menjadi wadah kolaborasi antara teknologi energi bersih dan kearifan lokal.
Selain aspek teknis, Geo Dipa juga menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam dan merawat pohon-pohon endemik konservasi di sekitar wilayah panas bumi Patuha.
Tentang Dr. Dina Nurul Fitria
Dr. Dina Nurul Fitria, S.E., M.T., CSCA, CRP merupakan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan konsumen. Ia menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Ekonomi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2018.
Saat ini, ia juga aktif sebagai dosen tetap yang mengampu mata kuliah seperti Rantai Pasok Agribisnis, Riset Operasi, Manajemen Produksi, dan Manajemen Risiko Agribisnis.
Selain aktif di dunia akademik dan kebijakan publik, Dr. Dina juga mendirikan perusahaan konsultan energi terbarukan, PT Dinamika Nurraya Fajar, sejak tahun 2021. Ia memiliki sejumlah sertifikasi profesional, seperti Industrial Entrepreneurship Certified (BNSP), Supply Chain Analyst Certified (ISCEA, USA), dan Risk Management Assessor Certified (BNSP).***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















