Berita Geothermal – Presiden Republik Indonesia bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi meresmikan delapan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) baru yang tersebar di berbagai wilayah. Peresmian ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi bersih dan memperkuat kontribusi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.
Delapan PLTP tersebut memiliki total kapasitas terpasang 350 megawatt (MW) dan diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu dampak positif yang menonjol adalah penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 2,3 juta ton CO₂ per tahun, sekaligus menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan bonus produksi untuk daerah sebesar Rp426,5 miliar per tahun.
Tak hanya itu, proyek ini juga menciptakan 8.000 lapangan kerja hijau (green jobs), memperkuat perekonomian lokal sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Dengan pengoperasian tiga dari delapan PLTP yang telah mencapai tahap Commercial Operation Date (COD), Indonesia kini memperkuat posisinya sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar kedua di dunia. Hingga Juni 2025, kapasitas terpasang mencapai 2.688,9 MW, setara dengan 11,3 persen dari total potensi energi panas bumi nasional.
Selain mendongkrak kapasitas energi hijau, keterlibatan kontraktor nasional dalam proyek Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC) di beberapa PLTP seperti Patuha 2, Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan Muara Laboh Unit 2 turut memperkuat kemandirian industri dalam negeri di sektor energi terbarukan.
Rincian Delapan PLTP dan Kontribusinya
Telah COD
- PLTP Sorik Marapi Unit 5 (Sumatera Utara)
- Kapasitas: 41,25 MW
- COD: 1 Februari 2025
- PNPB dan bonus produksi: Rp14,74 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 1.277 orang
- Pengembang: PT Sorik Marapi Geothermal Power
- PLTP Ijen Unit 1 (Jawa Timur)
- Kapasitas: 34,5 MW
- COD: 9 Februari 2025
- PNPB dan bonus produksi: Rp12,15 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 1.404 orang
- Pengembang: PT Medco Cahaya Geothermal
- PLTP Salak Binary (Jawa Barat)
- Kapasitas: 16,15 MW
- COD: 8 Februari 2025
- PNPB dan bonus produksi: Rp26,7 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 1.307 orang
Tahap Groundbreaking
- Muara Laboh Unit 2 (Sumatera Barat)
- Kapasitas: 80 MW
- Target COD: April 2027
- PNPB dan bonus produksi: Rp28,59 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 2.100 orang
- Pengembang: PT Supreme Energy Muara Laboh
- PLTP Ulubelu Unit 3 (Lampung)
- Kapasitas: 55 MW
- Target COD: Desember 2029
- PNPB dan bonus produksi: Rp91,2 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 249 orang
- PLTP Patuha Unit 2 (Jawa Barat)
- Kapasitas: 55 MW
- Target COD: Juni 2027
- PNPB dan bonus produksi: Rp95,1 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 360 orang
- Pengembang: PT Geo Dipa Energi
- PLTP Salak Unit 7 (Jawa Barat)
- Kapasitas: 40 MW
- Target COD: Desember 2026
- PNPB dan bonus produksi: Rp58,8 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 890 orang
- Pengembang: PT Star Energy Geothermal Salak
- Wayang Windu Unit 3 (Jawa Barat)
- Kapasitas: 30 MW
- Target COD: Desember 2026
- PNPB dan bonus produksi: Rp37,2 miliar/tahun
- Lapangan kerja: 610 orang
- Pengembang: PT Star Energy Wayang Windu.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















