Jakarta, Berita Geothermal – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil menuntaskan peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 yang dikelola anak usahanya, Star Energy Geothermal. Proyek ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas energi terbarukan menjelang akhir 2026.
Untuk Unit 1, pekerjaan mencakup penggantian rotor turbin uap, diafragma, serta peralatan bantu terkait. Satu set lengkap menara pendingin turut diperbarui, termasuk struktur dan komponen berbahan fiberglass reinforced polymer (FRP). Selain itu, impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya juga diganti untuk mendukung kinerja pembangkit.
Pada Unit 2, pembaruan dilakukan pada rotor turbin uap, diafragma, dan peralatan pendukungnya. Komponen internal menara pendingin juga diperbarui, termasuk impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Manajemen BREN menyebutkan bahwa Commercial Operation Date (COD) kedua unit tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan rata-rata penyelesaian sekitar 20 hari lebih awal dibanding target masing-masing unit.
Saat melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) pada Oktober 2023, kapasitas terpasang panas bumi BREN mencapai 886 MegaWatt (MW). Setelah itu, melalui program retrofitting dan pengembangan Salak Binary, kapasitas bertambah 40 MW sehingga kini mencapai 926 MW.
Selain itu, BREN tengah menggarap proyek tambahan, antara lain pembangunan Salak Unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu Unit 3 sebesar 30 MW, dan penambahan kapasitas Darajat Unit 3 sebesar 7 MW. Keseluruhan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Presiden Direktur BREN, Hendra Soetjipto Tan, menegaskan, “Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan,” tulisnya dalam keterangan resminya, Selasa, 3 Maret 2026.
Dengan selesainya proyek-proyek ini, BREN diperkirakan akan mengoperasikan 1 GigaWatt (GW) kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















