Bandarlampung, Berita Geothermal – Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk meninjau pengembangan energi panas bumi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan industri. Lampung disebut memiliki potensi geothermal yang strategis bagi bauran energi nasional.
Ketua Tim Kunjungan, Putri Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen DPR dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Lampung.
“Kami melihat Lampung sebagai salah satu daerah dengan potensi geothermal unggulan di Indonesia. Komisi XII siap mengawal regulasi dan insentif, agar pengembangan kapasitas serta nilai tambah panas bumi bisa lebih progresif,” kata Putri di Bandarlampung, Rabu (3/3/2026).
Kunjungan ini juga dihadiri Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, bersama perwakilan dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Star Energy, Supreme Energy, dan PT PLN Indonesia Power.
Dalam diskusi, Gigih Udi Atmo menekankan bahwa pemerintah tengah menyederhanakan perizinan dan menyesuaikan regulasi agar investasi di sektor geothermal lebih menarik.
“Optimalisasi potensi geothermal sangat penting untuk menekan defisit listrik dan memperkuat sistem kelistrikan regional Lampung,” ujar Gigih.
Di sisi industri, Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menyebut kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan listrik Lampung sudah mencapai 20 persen. Namun, sebagian besar pasokan listrik masih bergantung pada sistem Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Ke depan, ada peluang besar melalui proyek strategis seperti Gunung Tiga, pengembangan unit Binary, dan potensi Green Hydrogen berbasis panas bumi,” terang Andi.
Kunjungan ini juga membahas penguatan infrastruktur listrik dan pengembangan teknologi turunan di Kabupaten Tanggamus. Dengan koordinasi lintas sektor, kapasitas pembangkitan di Lampung diharapkan meningkat, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















