Berita Geothermal – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) mulai mengembangkan panas bumi untuk kebutuhan energy di pangkalan militer.
Pembangkit panas bumi dibangun DoD bekerja sama dengan sejumlah pengembang di fasilitas Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Korps Marinir AS.
Melalui kerja sama dengan enam pengembang panas bumi yang difasilitasi Defense Innovation Unit (DIU), sejumlah proyek kini sudah mulai digarap.
AS menilai panas bumi merupakan energi yang handal yang mampu memasok listrik stabil dan aman dari gangguan jaringan, kebakaran hutan, cuaca ekstrem, serangan siber, dan ancaman lainnya.
Fervo Energy telah menyelesaikan rencana konseptual penerapan Enhanced Geothermal System di Naval Air Station Fallon, Nevada. Sementara itu, GreenFire Energy tengah mengembangkan desain panas bumi berbasis lokasi dengan teknologi pemodelan bawah permukaan canggih di Naval Air Facility El Centro, California. Perusahaan ini juga akan mempelajari potensi panas bumi di Marine Corps Air Ground Combat Center Twenty-Nine Palms dan Sierra Army Depot di California.
Sage Geosystems, berkolaborasi dengan University of Texas Bureau of Economic Geology, telah merampungkan pemodelan reservoir dan desain konseptual untuk sistem panas bumi bertekanan tinggi di Army Garrison Fort Bliss dan Naval Air Station Corpus Christi, Texas.
Teverra, LLC akan memulai rencana eksplorasi dan pengeboran di White Sands Missile Range, New Mexico, memanfaatkan data eksplorasi panas bumi sebelumnya.
Sementara itu, Zanskar Geothermal & Minerals, Inc mengumpulkan data geofisika dan memanfaatkan model AI khusus untuk mendukung rencana pengeboran di Mountain Home Air Force Base, Idaho.
DIU juga bekerja sama dengan Departemen Energi AS, Departemen Dalam Negeri, asosiasi perdagangan panas bumi, perusahaan utilitas, dan kantor energi negara bagian untuk mempercepat pengembangan proyek ini.
Awal tahun ini, DIU telah mengumumkan 11 perusahaan yang lolos seleksi untuk proyek panas bumi di fasilitas militer AS.
“Meski ada tantangan dan keterbatasan sumber daya, kami optimistis dapat mempercepat penerapan teknologi panas bumi baru demi mendukung keamanan nasional dan kebutuhan energi baseload,” ujar Michael Callahan, Penasihat Senior Energi dan Manajer Program DIU.***
Sumber: ThinkGeoEnergy
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















