Jakarta, Beritageothermal.com – Industri panas bumi Indonesia mulai memanaskan mesin menuju gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026. Penguatan kolaborasi antar-pemangku kepentingan dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia atau The Indonesian Geothermal Association (INAGA) Julfi Hadi dalam kegiatan Geothermal Fun Walk & Run 2026, Selasa (11/8/2026).
Menurut Julfi, pengembangan panas bumi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan dukungan pembiayaan. Kekuatan ekosistem industri serta soliditas para pihak yang terlibat juga menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pengembangan energi bersih.
“Akselerasi pengembangan energi panas bumi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi dan pendanaan, tetapi juga pada soliditas para pemangku kepentingan yang menggerakkannya,” ungkap Julfi dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan Geothermal Fun Walk & Run 2026 sekaligus menjadi penanda dimulainya hitung mundur menuju pelaksanaan IIGCE 2026. Konvensi tersebut akan berlangsung pada 19-21 Agustus 2026 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC).
IIGCE 2026 mengusung tema “Energy Self-Sufficiency For a Stronger Indonesia: Geothermal as The Baseload Driving Energy Transition and Security.”
IIGCE 2026 Jadi Panggung Strategis Energi Panas Bumi
Gelaran IIGCE tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu forum penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga praktisi energi dari berbagai negara.
Acara tersebut dijadwalkan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sejumlah menteri dan regulator juga dijadwalkan hadir, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kehadiran jajaran pemerintah tersebut menjadi momentum untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan panas bumi, termasuk upaya memperkuat investasi energi bersih di Indonesia.
Dorong Investasi Energi Bersih
IIGCE 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi kebijakan. Agenda tersebut juga mempertemukan para pemimpin perusahaan energi dan praktisi industri dari berbagai negara untuk membahas arah pengembangan panas bumi sekaligus peluang investasi.
Sektor pameran akan menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan IIGCE 2026. Puluhan perusahaan energi terkemuka dijadwalkan menampilkan teknologi dan inovasi terbaru di bidang panas bumi.
Melalui pertemuan antara pemerintah, pelaku industri, investor dan akademisi, IIGCE 2026 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi baru untuk mempercepat pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia.
Pengembangan panas bumi juga dinilai memiliki posisi strategis karena karakteristiknya sebagai sumber energi yang dapat memasok listrik secara berkelanjutan. Karena itu, panas bumi berpotensi memainkan peran dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung proses transisi menuju energi yang lebih bersih.
Dengan agenda tersebut, IIGCE 2026 tidak sekadar menjadi ajang konvensi dan pameran. Forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan untuk membicarakan bagaimana potensi panas bumi Indonesia dapat dikembangkan lebih cepat dan mampu menarik investasi energi bersih dalam skala yang lebih besar.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















