SUMATERA SELATAN, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai melanjutkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW).
Tahap terbaru proyek tersebut ditandai dengan dimulainya pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan.
Pengeboran ini menjadi kelanjutan setelah PGE menyelesaikan tajak atau spud-in sumur eksplorasi pertama, LMB-19.3, pada Juli 2026.
Sumur LMB-19.3 yang berada di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, dibor menggunakan rig GDAP#123 hingga kedalaman 2.500 meter.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengeboran sumur kedua merupakan bagian dari rangkaian pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan mencapai Commissioning Operation Date (COD) pada 2030.
“Proyek ini menjadi wujud nyata komitmen PGE menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, khususnya di Sumatera Selatan, sekaligus melanjutkan capaian Unit 2 yang telah beroperasi lebih dulu. Kami optimistis, proyek ini akan turut mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Pengeboran Ditargetkan Selesai 40 Hari
Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto mengatakan proses pengeboran membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Penerapan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, dan standar operasional juga menjadi bagian penting dalam pengerjaan sumur tersebut.
Menurut dia, pengeboran sumur LMB-19.4 ditargetkan selesai dalam waktu 40 hari.
“Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keselamatan seluruh pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Heri Susanto.
Jika target tersebut tercapai, pengeboran LMB-19.4 akan menjadi salah satu tahapan lanjutan sebelum proyek bergerak menuju fase pengembangan berikutnya.
Tambah Kapasitas Panas Bumi Lumut Balai
PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari pengembangan kawasan panas bumi Lumut Balai. Proyek ini juga tercatat dalam Blue Book & Green Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas sebagai proyek strategis.
Kehadiran Unit 3 akan menambah kapasitas pembangkitan panas bumi di kawasan tersebut, melengkapi PLTP Lumut Balai Unit 1 dan Unit 2 yang masing-masing memiliki kapasitas 55 MW.
Unit 1 telah beroperasi sejak akhir 2019, sedangkan Unit 2 mulai beroperasi pada Juni 2025.
General Manager PGE Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo mengatakan dimulainya pengeboran LMB-19.4 menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan Unit 3.
“Kami optimistis, dengan sinergi seluruh tim dan mitra kerja, target rampung pengeboran dalam 40 hari dapat tercapai. Ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan PLTP Lumut Balai Unit 3 dapat beroperasi tepat waktu,” ujar Catur Hendro Utomo.
Dengan kapasitas 55 MW, PLTP Lumut Balai Unit 3 ditargetkan menambah pasokan listrik berbasis energi panas bumi di Sumatera Selatan. Proyek tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kapasitas PGE dalam mengejar target kapasitas terpasang perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini















