Mataram, Beritageothermal.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak semata-mata mengejar peningkatan pasokan listrik bagi Pulau Flores. Proyek energi panas bumi itu juga dirancang dengan mengedepankan perlindungan lingkungan serta melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
Komitmen tersebut disampaikan jajaran PLN UIP Nusra saat melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengembangan PLTP Mataloko.
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan proyek panas bumi harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan energi nasional, pelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Setiap tahapan kami laksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial secara seimbang,” kata Manurung, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, potensi panas bumi Mataloko memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan listrik. Sumber energi tersebut juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Manurung menjelaskan manifestasi panas bumi di kawasan Mataloko berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber panas bagi proses industri, pengembangan destinasi pemandian air panas dan geowisata, hingga mendukung sektor pertanian melalui pembangunan greenhouse berbasis energi panas bumi.
Pengelolaan Lingkungan Jadi Prioritas
Dalam pengembangan proyek, PLN menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga kualitas lingkungan di sekitar area PLTP.
Beberapa di antaranya adalah pemasangan Automatic Water Level Logger (AWLR) untuk memantau kondisi air, menjaga aliran ekologis sungai, melibatkan masyarakat dalam pemantauan lingkungan, serta membuka mekanisme dialog dan penyampaian pengaduan bagi warga.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pembangunan berlangsung secara bertanggung jawab sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap proyek energi baru terbarukan (EBT).
PLN Kedepankan Transparansi kepada Masyarakat
Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Nusra 2 Avianda Edwin Fachruddin mengatakan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek PLTP Mataloko.
Menurutnya, PLN akan terus menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai rencana pekerjaan, potensi dampak yang mungkin timbul, hingga upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan selama pembangunan berlangsung.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami perkembangan proyek sekaligus berpartisipasi dalam proses pengawasannya.
Forum Pemangku Kepentingan Perkuat Kolaborasi
Upaya membangun komunikasi dengan masyarakat juga dilakukan melalui Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata yang diselenggarakan di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere.
Forum tersebut menjadi wadah diskusi yang mempertemukan PLN, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan proyek serta menyerap berbagai masukan dari masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN berharap pengembangan PLTP Mataloko mampu memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Flores sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan proyek.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















