TAPANULI UTARA, Beritageothermal.com –Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Operations Ltd (SOL) di kawasan Namora I Langit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda peninjauan lapangan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membahas peluang perluasan pengembangan lapangan panas bumi Sarulla yang selama ini menjadi salah satu proyek geothermal berkapasitas terbesar di Indonesia. Pemerintah menilai proyek tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat pasokan listrik di Pulau Sumatera sekaligus mendukung target bauran energi nasional.
Dalam dialog bersama Wakil Menteri ESDM, jajaran manajemen Sarulla Operations Ltd memaparkan sejumlah tantangan yang memengaruhi kinerja operasional pembangkit.
Chief Operating Officer (COO) SOL, Riza Pasikki, menjelaskan tingginya kandungan asam (acid) pada sejumlah sumur panas bumi di area Namora I Langit menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut mempercepat korosi pada fasilitas produksi sehingga kebutuhan perawatan meningkat dan berdampak pada efisiensi operasional pembangkit.
“Kami terus berkomitmen menjaga keandalan pembangkit melalui berbagai upaya optimalisasi operasi dan pemeliharaan agar pasokan listrik tetap berjalan maksimal,” ujar Riza, Jumat (31/7).
Menurut Riza, tantangan teknis tersebut membuat biaya operasional meningkat sehingga produksi listrik belum dapat dimaksimalkan sesuai potensi yang dimiliki lapangan panas bumi Sarulla.
Selain menyampaikan kondisi operasional, manajemen SOL juga berharap pemerintah mempertimbangkan penyesuaian tarif jual listrik. Kebijakan tersebut dinilai penting agar keberlanjutan investasi dan operasional proyek tetap terjaga di tengah meningkatnya biaya produksi.
Riza menilai, apabila penyesuaian tarif dapat direalisasikan, ruang pengembangan proyek akan semakin terbuka. Dampaknya bukan hanya terhadap peningkatan suplai listrik bagi PT PLN (Persero), tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi Kabupaten Tapanuli Utara melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri ESDM juga meninjau potensi pengembangan wilayah kerja panas bumi Sarulla yang diproyeksikan mampu mendukung kebutuhan energi listrik di Sumatera. Pengembangan pembangkit berbasis panas bumi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Chief Executive Officer (CEO) SOL Taku Kimura, Chief Operating Officer (COO) SOL Riza Pasikki, serta Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Eka Satria.
Turut mendampingi, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat sebagai representasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan investasi panas bumi di wilayahnya.
Hadir pula Kepala Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Prof. Eniya Listiani Dewi bersama Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar.
Melalui kunjungan tersebut, pemerintah berharap pengembangan Proyek Panas Bumi Sarulla dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, memperbesar kontribusi energi baru terbarukan dalam bauran energi Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi di masa depan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















