• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Berita

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
6 Juni 2026
in Berita
A A
0
JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

PGE memperoleh pendanaan internasional Rp8,6 triliun untuk tiga proyek panas bumi berkapasitas 160 MW(Istimewa)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapatkan komitmen pendanaan internasional senilai 477,87 juta dollar AS atau sekitar Rp8,6 triliun untuk mengembangkan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas 160 megawatt (MW).

Tambahan kapasitas tersebut setara dengan kemampuan memasok kebutuhan listrik ratusan ribu rumah tangga dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.

Pendanaan yang berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Bank Dunia itu akan digunakan untuk mengembangkan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Sumatera Selatan serta PLTP Lahendong Unit 7-8 di Sulawesi Utara.

RelatedPosts

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

Majelis Adat Dorong Keterbukaan Informasi Proyek Geothermal Tampomas, Ini Alasannya

Ketiga proyek tersebut terdiri atas PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW dengan pendanaan 158,86 juta dollar AS, PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW dengan dukungan dana 148,97 juta dollar AS, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW yang memperoleh pembiayaan 170,04 juta dollar AS dari Bank Dunia.

Secara total, nilai investasi yang diperoleh PGE setara sekitar Rp53,7 miliar untuk setiap megawatt kapasitas listrik yang akan dibangun. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan investasi pada sektor panas bumi yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber energi bersih paling stabil, tetapi memerlukan biaya eksplorasi dan pengembangan yang tinggi.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperbesar kapasitas panas bumi nasional hingga mencapai 3 gigawatt (GW).

“Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga tiga gigawatt (GW). Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional,” ujar Ahmad Yani.

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih

Indonesia saat ini merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Potensi sumber daya panas bumi nasional diperkirakan mencapai lebih dari 23 GW, namun yang telah dimanfaatkan masih sebagian kecil dari total potensi yang tersedia.

Karena itu, pengembangan proyek-proyek baru menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis bahan bakar fosil sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon.

Berbeda dengan energi surya atau angin yang bergantung pada kondisi cuaca, panas bumi mampu menghasilkan listrik selama 24 jam penuh sehingga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang paling stabil untuk menopang sistem kelistrikan nasional.

Masuk Green Book 2026

Keberhasilan memperoleh pendanaan internasional tidak terlepas dari masuknya ketiga proyek tersebut ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.

Green Book merupakan daftar proyek prioritas nasional yang telah memperoleh komitmen pendanaan luar negeri dan dinilai memenuhi berbagai persyaratan teknis, finansial, lingkungan, serta kelembagaan.

Sebelum masuk Green Book, proyek-proyek tersebut juga telah tercantum dalam Blue Book Bappenas atau Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025-2029.

Menurut Ahmad Yani, pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa proyek telah siap memasuki tahap pengembangan berikutnya.

“Capaian ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya, seiring dengan kinerja bisnis dan operasional perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” katanya.

Kinerja PGE Tumbuh Signifikan

Di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan, PGE juga membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup kuat pada awal 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, perusahaan mencatat laba bersih sebesar 43,90 juta dollar AS atau melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 31,35 juta dollar AS.

Pendapatan perusahaan juga meningkat dari sekitar 101,5 juta dollar AS menjadi 116,56 juta dollar AS atau tumbuh 14,8 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan produksi listrik yang terus mencatat tren positif. Pada 2025, PGE membukukan produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan total output mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh).

Rekor tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026 ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen secara tahunan menjadi 1.370 GWh.

Dengan capaian tersebut, PGE tidak hanya memperkuat posisi sebagai produsen listrik panas bumi terbesar di Indonesia, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kontribusi energi panas bumi dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Masuknya proyek ke dalam green book menjadi tonggak penting menuju implementasi dan pengembangan lanjutan,” ujar Ahmad Yani.

Jika seluruh proyek berjalan sesuai target, kapasitas tambahan 160 MW yang mulai beroperasi pada periode 2030-2032 akan menjadi bagian penting dalam mempercepat transisi energi Indonesia menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan rendah emisi karbon.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

ShareSendSharePinSend
Previous Post

Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

Related Posts

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

5 Juni 2026
Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

3 Juni 2026
Majelis Adat Dorong Keterbukaan Informasi Proyek Geothermal Tampomas, Ini Alasannya

Majelis Adat Dorong Keterbukaan Informasi Proyek Geothermal Tampomas, Ini Alasannya

2 Juni 2026
PGE Raih Penghargaan Tertinggi IRCA 2026, Perkuat Tata Kelola Industri Panas Bumi

PGE Raih Penghargaan Tertinggi IRCA 2026, Perkuat Tata Kelola Industri Panas Bumi

29 Mei 2026
Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

22 Mei 2026
Geo Dipa Pasok Listrik Panas Bumi untuk Kawasan Industri Danareksa, KITB Batang Jadi Proyek Perdana

Geo Dipa Pasok Listrik Panas Bumi untuk Kawasan Industri Danareksa, KITB Batang Jadi Proyek Perdana

22 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

6 Juni 2026
Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

5 Juni 2026
Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

5 Juni 2026
Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

3 Juni 2026

Recent News

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

6 Juni 2026
Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

5 Juni 2026
Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

5 Juni 2026
Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

3 Juni 2026
Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In