Kupang, Berita Geothermal – Universitas Nusa Cendana (Undana) mencatat capaian penting di sektor pendidikan tinggi dan energi. Kampus ini dipercaya menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam program pelatihan geothermal internasional di University of Auckland, Selandia Baru.
Delegasi tersebut adalah Adept Titu Eki, dosen Teknik Pertambangan yang akan mengikuti program intensif selama lima minggu. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman dan teknologi pemanfaatan energi panas bumi.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara Fakultas Sains dan Teknik Undana dengan Direktorat Panas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain peningkatan kapasitas individu, program ini juga diarahkan untuk memperkuat fondasi akademik di bidang kebumian.
Koordinator Prodi Teknik Pertambangan FST Undana, Noni Banunaek, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Undana bukan tanpa alasan. Seleksi ketat telah dilakukan terhadap puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebelum akhirnya hanya satu nama dipilih untuk mengikuti program luar negeri.
“Ini menjadi bukti bahwa Undana memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya geothermal,” ujarnya.
Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam membuka Program Studi Teknik Geologi. Prodi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga ahli di sektor energi dan kebumian di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Ia menyoroti besarnya potensi panas bumi di wilayah Flores yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Kehadiran tenaga ahli lokal dinilai krusial untuk mendorong pemanfaatan energi tersebut secara berkelanjutan.
Sementara itu, Adept Titu Eki menyebut kesempatan ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa dampak bagi daerah. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan dalam pengembangan energi panas bumi di NTT.
“Geothermal adalah salah satu solusi energi masa depan. Kami ingin memastikan NTT tidak hanya menjadi wilayah dengan potensi besar, tetapi juga memiliki SDM yang siap mengelolanya,” ungkapnya.
Sinergi antara Undana, pemerintah, dan mitra internasional diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















