Jakarta, Berita Geothermal – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor hulu energi nasional melalui pengembangan layanan pengeboran terintegrasi, peningkatan kapasitas operasional, serta penerapan teknologi berbasis efisiensi dan keselamatan kerja.
Dikutip dari Website resmi perusahaan Selasa (17/03/2026) Sebagai bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), perusahaan ini menyediakan layanan pengeboran yang mencakup eksplorasi, eksploitasi, workover, hingga well services. Layanan tersebut mencakup sektor minyak dan gas bumi serta panas bumi, dengan cakupan operasi di darat maupun lepas pantai.
Sejarah dan Penguatan Struktur Perusahaan
Pertamina Drilling berawal dari Direktorat Hulu Pertamina, kemudian berkembang menjadi unit bisnis di bawah Pertamina EP pada 2005. Perusahaan ini resmi berdiri sebagai entitas mandiri pada 13 Juni 2008 dan memperoleh pengesahan hukum pada 8 Juli 2008.
Dalam pengembangannya, dukungan dari PT Pertamina Hulu Energi sebagai pemegang saham mayoritas memperkuat kapasitas bisnis dan operasional perusahaan, sehingga mampu berkembang sebagai penyedia jasa pengeboran terintegrasi dengan standar internasional.
Jajaran Manajemen
Struktur manajemen Pertamina Drilling terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi yang mengelola arah strategis serta operasional perusahaan.
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Gema Iriandus Pahalawan
- Komisaris: Adhi Brahmantya
Direksi:
- Direktur Utama: Avep Disasmita
- Direktur Operasi: Aziz Muslim
- Direktur Pemasaran dan Pengembangan: Jufrihadi
- Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis: Theo Satria
Struktur ini berperan dalam memastikan keberlangsungan operasional perusahaan berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi.
Kinerja Operasional dan Proyek
Kinerja operasional Pertamina Drilling tercermin dari sejumlah proyek pengeboran yang menunjukkan efisiensi waktu serta minim risiko. Pada proyek di Lapangan Banyu Urip yang dikelola ExxonMobil, perusahaan mencatat percepatan pekerjaan hingga sekitar 500 hari lebih cepat secara kumulatif pada beberapa sumur.
Selain itu, pada sejumlah proyek lain di wilayah Jambi dan Kalimantan, perusahaan mencatat pelaksanaan pekerjaan tanpa kecelakaan kerja (zero accident) serta tanpa hambatan operasional (zero non-productive time/NPT). Waktu pelaksanaan proyek juga tercatat lebih cepat antara 9 hingga 12 hari dari target.
Pada proyek yang melibatkan mitra seperti Medco Energi, kinerja rig mampu menyelesaikan pekerjaan hingga 41 hari lebih cepat, dengan efisiensi biaya mencapai sekitar 30 persen.
Teknologi dan Layanan Terintegrasi
Untuk mendukung efisiensi operasional, Pertamina Drilling mengembangkan sejumlah teknologi pengeboran, antara lain Cyber Rig yang mengintegrasikan sistem kontrol peralatan secara digital, Walking Rig dengan kemampuan perpindahan delapan arah dalam satu klaster sumur, serta Skidding Rig yang mendukung perpindahan dua arah secara efisien.
Perusahaan juga mengembangkan skema Integrated Project Management (IPM), yaitu layanan pengelolaan proyek pengeboran yang mengintegrasikan penyediaan rig dan peralatan pendukung dalam satu sistem manajemen.
Pengembangan SDM dan Fasilitas Pelatihan
Dalam pengembangan sumber daya manusia, Pertamina Drilling mengoperasikan Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu, Jawa Barat. Fasilitas ini digunakan untuk pelatihan dan sertifikasi kompetensi di bidang pengeboran, perawatan sumur, keselamatan kerja, hingga penanganan risiko industri migas.
Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan PPSDM Migas, mencakup berbagai skema sertifikasi seperti pengendali pemboran, operator rig, operator alat berat, hingga pelatihan keselamatan seperti penanganan gas H2S dan K3 migas.
Tata Kelola dan Budaya Keselamatan
Dalam aspek tata kelola, Pertamina Drilling menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Implementasi ini diperkuat melalui Compliance Online System, Whistleblowing System, serta penerapan ISO 37001:2016 terkait sistem manajemen anti-penyuapan.
Perusahaan juga menerapkan kebijakan anti-penyuapan dengan prinsip “4 No’s”, yaitu tidak ada suap, komisi, gratifikasi, maupun jamuan berlebihan.
Di sisi operasional, budaya keselamatan kerja dijalankan melalui sistem HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) dan Quality. Salah satu program yang diterapkan adalah “Salam 5 Jari” yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap risiko kerja serta mendorong penerapan kewenangan menghentikan pekerjaan (Stop Work Authority).
Dukungan Anak Perusahaan dan Operasi Global
Dalam mendukung kegiatan operasional, Pertamina Drilling didukung oleh anak usaha PT Patra Drilling Contractor yang menyediakan layanan tambahan seperti horizontal directional drilling, jasa katering dan akomodasi di lokasi terpencil, serta transportasi alat berat.
Secara operasional, perusahaan memiliki wilayah kerja yang tersebar di berbagai regional di Indonesia serta sejumlah wilayah internasional seperti Malaysia dan Afrika. Operasi tersebut mencakup berbagai kapasitas rig mulai dari 300 HP hingga lebih dari 1.500 HP, serta peralatan pendukung lainnya.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, penguatan teknologi, serta dukungan manajemen dan sumber daya manusia, Pertamina Drilling terus berperan dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan eksploitasi energi nasional secara efisien, aman, dan berkelanjutan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















