Palembang, Berita Geothermal – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus mendorong pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 yang berada di Sumatera Selatan. Pembangkit berbasis energi geothermal tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi listrik hingga 55 megawatt (MW).
Memasuki tahun 2026, proyek ini mulai beralih dari tahap perencanaan menuju persiapan konstruksi di lapangan. Setelah kick-off meeting dilaksanakan pada awal tahun, PGE kini memfokuskan pekerjaan pada pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah Cluster 19 dan Cluster E.
Tahap ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan infrastruktur sebagai bagian dari persiapan sebelum kegiatan pengeboran sumur panas bumi dimulai.
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa seluruh proses pengembangan proyek telah dirancang melalui tahapan yang sistematis agar setiap persiapan dapat berjalan sesuai rencana.
“Setiap tahapan pengembangan dirancang secara terstruktur dan terukur agar seluruh persiapan, baik teknis, operasional, maupun keselamatan kerja, siap ketika pengeboran dimulai,” kata Andi melalui keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Menurut Andi, pembangunan infrastruktur menjadi komponen penting dalam tahap awal proyek panas bumi tersebut. Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan well pad atau tapak sumur sebagai lokasi pengeboran, serta pembangunan jalan akses menuju area proyek.
Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung mobilitas alat berat dan memastikan aktivitas pengeboran dapat berjalan dengan lancar.
Sebagai bagian dari persiapan proyek, PGE juga telah memulai mobilisasi tenaga kerja konstruksi dan peralatan proyek sejak Februari 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan operasional menjelang dimulainya program pengeboran yang direncanakan berlangsung pada kuartal II tahun ini.
Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari strategi ekspansi PGE dalam meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis panas bumi di Indonesia. Proyek ini juga mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Selain itu, proyek tersebut sejalan dengan rencana pengembangan ketenagalistrikan nasional dalam RUPTL 2025–2034 dan juga tercantum sebagai salah satu proyek prioritas dalam Blue Book 2025–2029 yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Saat ini, PGE tercatat mengoperasikan kapasitas terpasang pembangkit panas bumi sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah kerja di Indonesia.
Di samping proyek Lumut Balai Unit 3, perusahaan juga tengah menjalankan sejumlah proyek pengembangan lainnya. Beberapa di antaranya adalah PLTP Hululais Unit 1 dan Unit 2 dengan kapasitas total 110 MW serta proyek co-generation yang dikerjakan bersama PLN Indonesia Power dengan kapasitas mencapai sekitar 230 MW.
Pengembangan berbagai proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong percepatan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















