Berita Geothermal – Bunga krisan yang indah dan energi panas bumi yang bersih menjadi ikon Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tak bisa dipungkiri, berkat krisan serta panas bumi, Tomohon kini semakin populer.
Pri Utami, pakar panas bumi Universitas Gadjah Mada (UGM), sempat menggambarkan Tomohon dengan sangat puitis.
“Dari Jogja kubayangkan krisan-krisan sedang bermekaran di Tomohon. Di halaman rumah-rumah penduduk, dan di kebun-kebun. Menanti dipanen untuk festival.
Bagi saya Tomohon bagaikan seorang ratu. Mahkotanya adalah bunga-bunga krisan riri dan krisan kulo. Tahtanya berada pada bentang alam vulkanik yang indah, dan tidak biasa. Sebab berhias manifestasi panas bumi seperti mata air panas, danau-danau panas, fumarol dan kolam-kolam lumpur yang berwarna warni.”
Itulah ungkapan indah Pri Utami tentang Tomohon yang dlimpahi panas bumi dan keindahan bunga krisan. Ungkapan tersebut dimuat dalam portal almi.or.id. ALMI adalah singkatan dari akademi ilmuwan muda Indonesia.
Panas Bumi Menyalakan Kehidupan Tomohon
Tonggak penting energi bersih panas bumi di Sulawesi Utara, Tomohon khususnya, dimulai tahun 2001, ketika Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pertama di Lahendong.
Dari unit-unit pembangkit inilah listrik ramah lingkungan mengalir, hingga kini total kapasitas terpasang mencapai 120 megawatt. Angka itu cukup untuk menerangi lebih dari 133 ribu rumah dan memenuhi 60 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara.
Namun, panas bumi di Tomohon bukan sekadar urusan listrik. Energi ini juga memberi ruang hidup yang lebih luas: menguatkan ketahanan pangan, menopang kesejahteraan petani, dan bahkan lebih menghidupkan bunga krisan.
PGE Area Lahendong bersama Pemerintah Kota Tomohon bersinergi unntuk lebih mengembangkan bunga krisan, di antaranya mendirikan Kawasan Konservasi Taman Bunga Endemik Tomohon. Kawasan ini untuk membudidayakan varian bunga Krisan Kulo, Krisan Riri, Krekleli, dan Payus/Anggek Tanah.
Kini, varitas bunga Krisan Kulo dan Kirsan Riri telah didaftarkan Pemerintah Kota Tomohon kepada Kementerian Pertanian RI dengan SK Menteri Pertanian Nomor 2276/KPTS/SL120/
VIII/2012.
Kemudian varitas bunga Krisan Riri didaftarkan lewat SK Menteri Pertanian Nomor 2277/KPTS/SL-120/ VIII/2012. Varitas Bunga Krisan Kulo dan Riri menjadi salah satu flora yang wajib dikembangkan oleh petani bunga Kota Tomohon yang dapat berperan strategis dalam pengembangan bunga krisan di Kawasan Timur Indonesia. Jenis bunga Anggrek Hutan dan Krekleli juga ditanam di kawasan konservasi mengingat keberadaannya yang sudah mulai berkurang di Kota Tomohon.
Berkat upaya-upaya itu, krisan Tomohon berhasil diekspor ke Singapura pada tahun 2022.
TIFF 2025
Pada gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 yang semarak, PGE Lahendong menggandeng langsung para petani krisan Tomohon. Steven Pahaso adalah salah satu sosok petani krisan Tomohon yang diajak PGE Lahendong untuk berkolaborasi.
Ketua kelompok tani Primadona itu dikenal sebagai dekorator bunga. Berkat tangan terampil Steven Pahaso dan sejumlah seniman yang tergabung dengannya, float PGE Lahendong meraih juara III dalam TIFF 2024 lalu. Dan dalam dam gelara TIFF 2025, Steven Phaso kembali dipercaya PGE Lahendong.
Bagi Steven, krisan bukan sekadar tanaman hias, melainkan sumber penghidupan sekaligus kebanggaan yang bisa dibawa hingga ke panggung dunia.
“Lewat krisan kami menyapa Indonesia dan dunia,” katanya dikutip Selasa (19/8).
Steven berharap, bunga krisan Tomohon bisa lebih dikenal oleh berbagai daerah dan negara sehingga memberikan dampak positif bagi daerah .
“Agar kami lebih sejahtera dan makmur. Dan dengan even TIFF ini kami medapatkan lapangan pekerjaan,” paparnya.
Sementara General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono mengatakan, lewat gelaran TIFF 2025, PGE Lahendong mengajak semua masyarakat untuk memanfaatkan panas bumi yang merupakan anugerah Indonesia luar biasa.
“Dalam momen TIFF ini kami megajak kepada masyarakat, di sini di Sulawesi Utara ada panas bumi yang potensinya sangat besar dan itu bisa mejadi adalan masa depan energi kita,” ungkapnya.
Di Tomohon, api bumi dan bunga krisan tumbuh berdampingan. Panas bumi yang dahulu dianggap sekadar gejala alam kini menjadi sumber listrik ramah lingkungan. Sementara krisan, yang mekar di tanah vulkanik, menjelma simbol kebanggaan dan mendapat panggung megah di TIFF—sebuah festival yang merayakan alam, budaya, dan harapan masa depan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















