Berita Geothermal – Komisaris Pertamina Geothermal Energy (PGE) sekaligus CEO Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menyampaikan kuliah umum di Geothermal Institute, University of Auckland, Selandia Baru, dengan tema “Rethinking The Path to a Sustainable and Reliable Energy Future”.
Forum ini mempertemukan kalangan akademisi dan praktisi energi terbarukan dari berbagai negara, termasuk peserta Postgraduate Certificate in Geothermal Energy Technology dan program G-Elevate.
Dalam pemaparannya, John Anis menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar energi bersih, khususnya panas bumi, namun diperlukan kolaborasi erat lintas sektor untuk mengoptimalkan pemanfaatannya.
“Transisi energi membutuhkan aksi kolektif dengan kolaborasi erat antar semua pihak. Mari berkolaborasi untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya dikutip dari media sosial PGE, Rabu (20/8).
Terkait kuliah umum yang diberikan John Anis, pihak PGE menyatakan, sebagai bagian dari Subholding PNRE, perusahaan terus mendorong kerja sama global dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan teknologi panas bumi.
Geothermal Institut
Geothermal Institute, University of Auckland, memang memiliki hubungan historis dengan Indonesia. Sejak 1970-an, lembaga riset ini telah melatih banyak profesional Indonesia di bidang geothermal. Beberapa di antaranya kini menempati posisi penting di industri energi tanah air.

CEO PNRE John Anis berfoto bersama para mahasiswa dan akademisi Geothermal Institute University of Auckland, Selandia Baru/Instagram PNRE
Salah satunya adalah M. Husni Mubarok, Senior Engineer PGE sekaligus penemu Flow2Max, alat ukur fluida dua fasa geothermal pertama di dunia yang kini diakui secara internasional.
Kuliah umum John Anis di forum akademik global Geothermal Institut, tidak hanya menjadi wadah berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring global antara akademisi dan industri energi.
Ke depan, kerja sama PNRE–PGE dengan Geothermal Institute diharapkan mampu melahirkan riset bersama, inovasi teknologi, serta generasi baru ahli geothermal Indonesia yang siap menjawab tantangan transisi energi berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















