Berita Geothermal – Di tengah tantangan transisi energi dan tuntutan dunia untuk beralih ke sumber daya bersih, PT Geo Dipa Energi (Persero) berdiri sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus mengembangkan energi panas bumi di Indonesia.
Berada di bawah naungan Kementerian Keuangan sebagai Special Mission Vehicle (SMV), Geo Dipa menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan kekayaan panas bumi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Jejak Panjang dari Dieng hingga Patuha
Geo Dipa Enrgi awalnya merupakan perusahaan swasta yang didirikan pada 2002 melalui kerja sama PT Pertamina (67% saham) dan PT PLN. Perusahaan ini menguasai dua wilayah kerja panas bumi (WKP) yaitu Dieng di Jawa Tengah dan Patuha di Jawa Barat.
Operasional dimulai dengan PLTP Dieng Unit 1 berkapasitas 60 MW pada 2002, disusul PLTP Patuha Unit (60 MW) pada 2014. Seluruh listrik yang dihasilkan dipasok ke jaringan Jawa-Madura-Bali melalui kontrak jual-beli dengan PLN.
Langkah Geo Dipa Energi dalam mengelola eergi bersih panas bumi semakin mantap. Pada 2011, perusahaan resmi menjadi BUMN melalui PP No. 26 Tahun 2011. Penyertaan modal negara pun mengalir untuk memperkuat pengembangan unit baru, termasuk Patuha Unit 2 dan Dieng Unit 2. Pemerintah bahkan mempercayakan pengelolaan WKP Gunung Arjuno-Welirang dan WKP Candi Umbul Telomoyo pada 2017.
Pencapaian penting lainnya adalah beroperasinya PLTP Small Scale Dieng berkapasitas 10 MW pada pertengahan 2021 — pembangkit skala kecil pertama di Indonesia yang ramah lingkungan.
Kapasitas dan Ambisi Besar
Hingga 2025, Geo Dipa mengoperasikan:
• PLTP Dieng: 60 MW + 10 MW (Small Scale)
• PLTP Patuha: 60 MW
Kini Geo Dipa pun sedang mengembangkan PLTP Patuha Unit 2 (60 MW).
Geo Dipa menargetkan pengusahaan panas bumi hingga 1.000 MW di berbagai wilayah kerja, menjadikannya salah satu pemain kunci dalam pencapaian target energi terbarukan nasional.
Untuk mencpai target kapasitas sebesar itu, bagi Geo Dipa memang relatif “mudah”. Pasalnya, potensi sumber daya di Dieng dan Patuha pun masih sangat besar, masing-masing diperkirakan mencapai 400 MW.
Penggerak Energi Bersih dengan Sentuhan Sosial
Bagi Geo Dipa, keberlanjutan tidak hanya diukur dari megawatt listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang kembali kepada masyarakat dan lingkungan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan meluncurkan sejumlah inisiatif:
• GDE Peduli: Edukasi sekolah, sosialisasi kegiatan kerja, dan beasiswa.
• GDE Maju: Pembangunan sarana umum, dukungan hari raya, hingga sembako murah.
• GDE Pintar: Pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, dan geo-wisata.
• GDE Hijau: Pelestarian alam, termasuk penanaman puluhan ribu pohon.
Dengan pendekatan ini, Geo Dipa memastikan pengembangan energi panas bumi berjalan seiring dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.
Nahkoda di Balik Roda Geo Dipa
Komisaris:
Heri Setiawan: Komisaris Utama, pejabat di Kementerian Keuangan)
Purnana P Sianturi: Komisaris, pejabat di kementerian Keuangan
Muhammad Wafid: Komisaris Independen, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM
Direksi
Direktur Utama: Yudistian Yunis
Hanif Osman, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum
Supriadinata Marza, Direktur Operasi & HSSE
Ilen Kardani, Direktur Pengembangan Niaga & Eksplorasi
PT Geo Dipa Energi tidak sekadar membangun pembangkit listrik, tetapi juga mengantarkan Indonesia menuju masa depan energi hijau dengan menggandeng masyarakat untuk maju bersama-sama.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















