Berita Geothermal — Pulau Sabang memang sudah lama dikenal sebagai surga wisata bahari, dengan laut biru jernih dan panorama bawah laut yang memikat para penyelam dari seluruh dunia. Tapi, tak jauh dari ketenangan pantai dan kehidupan lautnya, tersembunyi sebuah sisi Sabang yang jauh lebih liar dan eksotis: kawasan panas bumi Jaboi, sebuah pengalaman wisata yang membuat pengunjung seolah melangkah ke dunia lain.
Gunung Jaboi, yang terletak di Desa Jaboi, Kecamatan Sukajaya, hanya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Sabang. Meski hanya setinggi 200 meter di atas permukaan laut, gunung ini menyimpan kekuatan besar di bawah permukaannya.
Begitu menginjakkan kaki di lereng Jaboi, aroma belerang menyengat akan langsung menyapa—tanda bahwa Anda telah tiba di lanskap yang hidup dan terus bergolak dari dalam bumi.
Uap panas mengepul dari celah-celah batu. Lubang-lubang kecil yang tersebar di tanah terlihat seperti sedang bernafas, menghembuskan napas bumi dalam denting sunyi. Kaldera gunung yang diselimuti awan, batang-batang pohon mati, serta formasi batu yang terbakar warna dan bentuknya, memberi nuansa menyerupai permukaan planet asing.
Ya, Gunung Jaboi adalah salah satu ikon wisata alam terpenting di Pulau Sabang. Keunikan aktivitas vulkaniknya serta pemandangan alam yang menakjubkan menjadi daya tarik utama.
Meski tergolong gunung berapi aktif, Gunung Jaboi saat ini berada dalam kondisi aman untuk dikunjungi. Namun, kewaspadaan tetap dibutuhkan, terutama saat menyusuri area kawah rayek dan jalur panas bumi.
Petualangan Bawah Laut: Menyelam di Antara Gelembung Panas
Tak hanya di daratan, keajaiban geothermal Jaboi pun menjalar hingga ke bawah laut. Di kawasan Teluk Pria Laot, tepatnya di perairan Sirui, penyelam bisa menjumpai fenomena langka: ratusan gelembung uap panas keluar dari dasar laut, menciptakan tirai gas yang tampak seperti ventilasi dari planet luar angkasa.
“Airnya terasa hangat. Benar-benar luar biasa, ada gelembung-gelembung panas yang keluar dari dasar laut. Dan yang membuatnya menakjubkan, ikan-ikan tetap berenang di sekitarnya,” tutur Tiwi, seorang penyelam asal Jakarta yang menyelami kawasan ini bersama tim dari Monster Dive Center dikutip Minggu (15/6).
Fenomena ini dikenal sebagai fumarola bawah laut. Kedalamannya hanya sekitar 10 meter—cukup dangkal bagi pemula maupun freediver. Dive shop di kawasan Iboih dan Rubiah menyediakan paket “discovery dive” untuk pengalaman menyelam tanpa lisensi, memungkinkan siapa pun menikmati sensasi berendam di “kolam air panas” alami di bawah permukaan laut.
Ekowisata dan Kreativitas Masyarakat Jaboi
Desa Jaboi tidak hanya menawarkan lanskap ekstrem, tapi juga menyuguhkan kekayaan budaya dan kreativitas warganya. Wisatawan bisa menikmati kuliner khas seperti bakpia Cut Intan, atau membeli cenderamata unik hasil kerajinan batok kelapa dan rotan buatan tangan pemuda Karang Taruna Jaboi.
Bagi yang ingin petualangan lebih santai, tersedia arena ATV melintasi jalur panas bumi, wisata panahan, hingga program memancing bersama nelayan lokal. Ada pula camping ground dan pemandian air panas alami yang cocok untuk bersantai.
Keunggulan inilah yang membawa Desa Jaboi masuk dalam nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADW) 2024 mewakili Provinsi Aceh. “Jaboi menjadi salah satu desa wisata terbaik di Indonesia dari 615 desa peserta.
Jadi,jika Sabang selama ini dikenal karena lautnya yang tenang, maka Jaboi adalah sisi liarnya. Menyatu dalam lanskap seperti ini adalah mengakui bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal—ia adalah makhluk hidup yang bernapas, dan di Jaboi, napas itu terasa begitu dekat.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















