Jakarta, Beritageothermal.com – Kiprah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam mendorong transisi energi bersih kembali menuai apresiasi. Perusahaan pelat merah yang fokus mengembangkan energi panas bumi itu dinobatkan sebagai Sector Champion kategori Infrastructure pada ajang ESG Leadership Award 2026, sebuah penghargaan yang diberikan kepada institusi dengan kepemimpinan terbaik dalam penerapan prinsip keberlanjutan.
Pengakuan tersebut diumumkan dalam rangkaian Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026 yang berlangsung di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 22–23 Juni 2026. Penghargaan diterima oleh Vice President Strategic Planning and Sustainability PGE, Lia Ayu Paramita.
Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. PGE dinilai mampu membuktikan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan sekadar konsep, melainkan telah diterapkan secara menyeluruh dalam aktivitas perusahaan.
Mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, perlindungan lingkungan, peningkatan standar keselamatan kerja, hingga program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi panas bumi menjadi bagian dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten.
Hasilnya, PGE berhasil mengungguli delapan perusahaan lain yang masuk nominasi di sektor infrastruktur sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu motor penggerak pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas langkah perusahaan dalam menjadikan keberlanjutan sebagai arah utama pengembangan bisnis.
“Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Bagi kami, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGE semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Ahmad Yani.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil evaluasi independen yang dilakukan para akademisi dan pakar ESG dari Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong.
Penilaian dilakukan menggunakan metodologi berbasis bukti sehingga proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi.
Di sisi lain, Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan perusahaan berjalan beriringan dengan penguatan fundamental bisnis.
“Bagi PGE, ESG bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan, tetapi juga bagian dari cara perusahaan menjaga kualitas pertumbuhan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi dasar penting bagi PGE untuk menjaga kepercayaan investor, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” ujar Fransetya Hutabarat.
Kinerja Operasional Ikut Melonjak
Sejalan dengan penghargaan tersebut, performa bisnis PGE juga menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026.
Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan membukukan produksi listrik sebesar 1.370 GWh, meningkat 15,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW. Sebanyak 727 MW dioperasikan secara langsung oleh perusahaan, sedangkan 1.205 MW lainnya dijalankan melalui skema Kontrak Operasi Bersama (KOB).
Dengan kapasitas tersebut, PGE kini menopang sekitar 70 persen total kapasitas pembangkit listrik panas bumi nasional.
Rekam jejak keberlanjutan perusahaan juga tercermin dari berbagai capaian lain. Pada Desember 2025, PGE memperoleh skor ESG 7,1 dari Sustainalytics, yang menjadi nilai terbaik bagi perusahaan di Indonesia.
Tak hanya itu, Area Kamojang sukses mempertahankan PROPER Emas selama 15 tahun berturut-turut, sedangkan Area Ulubelu meraih penghargaan yang sama untuk empat tahun beruntun.
Pengakuan terhadap PGE juga datang dari tingkat internasional. Perusahaan tercatat sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025, memperkuat citranya sebagai perusahaan panas bumi yang mampu memadukan pertumbuhan bisnis dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, tata kelola perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini
















