Jakarta, Beritageothermal.com – Satu abad lalu, kawasan Kamojang di Jawa Barat menjadi titik awal ditemukannya potensi panas bumi di Indonesia. Temuan tersebut kini berkembang menjadi fondasi penting dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju transisi energi rendah karbon.
Komitmen itu terus dijaga PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) yang menjadikan Kamojang sebagai salah satu tulang punggung penyedia listrik berbasis panas bumi di Tanah Air.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan perjalanan panjang panas bumi di Kamojang menunjukkan bahwa investasi pada energi bersih yang dimulai puluhan tahun lalu kini memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional.
“Panas bumi menjadi salah satu bukti nyata perjalanan panjang energi bersih Indonesia. Potensinya yang ditemukan di Kamojang pada 1926 kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Pertamina melalui operasional PLTP Kamojang sejak 1983,” ujar Baron saat berkunjung ke PGE Area Kamojang, Senin (29/6/2026).
Menurut Baron, ketika mayoritas kebutuhan energi nasional masih bertumpu pada bahan bakar fosil, Pertamina telah mengambil langkah lebih awal dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Keputusan tersebut kini menjadi modal penting dalam memperbesar kontribusi energi hijau terhadap bauran energi nasional.
“Berperan sebagai baseload energi bersih, panas bumi menjadi sumber energi strategis untuk meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Hal ini merupakan salah satu bagian dari strategi pertumbuhan ganda Pertamina,” ungkapnya.
Produksi Listrik Tertinggi di Lingkungan PGE
Kinerja operasional PLTP Kamojang juga menunjukkan tren yang terus meningkat. Sepanjang 2025, pembangkit tersebut menghasilkan listrik sebesar 1.806,41 gigawatt hour (GWh) atau naik 1,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut menjadi rekor produksi tertinggi selama tiga tahun berturut-turut sekaligus menempatkan Kamojang sebagai wilayah kerja panas bumi dengan produksi listrik terbesar di seluruh area operasi Pertamina Geothermal Energy.
Saat ini, PGE Area Kamojang mengoperasikan lima unit pembangkit dengan kapasitas terpasang mencapai 235 megawatt (MW). Pasokan listrik dari pembangkit tersebut mampu memenuhi kebutuhan energi lebih dari 260 ribu kepala keluarga setiap hari.
Keandalan produksi itu memperlihatkan bahwa panas bumi tidak hanya menjadi sumber energi ramah lingkungan, tetapi juga mampu menyediakan listrik secara stabil tanpa bergantung pada kondisi cuaca sebagaimana beberapa energi terbarukan lainnya.
Dukung Target Net Zero Emission
Kontribusi Kamojang tidak berhenti pada penyediaan listrik. Operasional pembangkit juga berperan dalam menekan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sehingga memperkuat upaya pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Di sisi lain, aktivitas pengembangan panas bumi turut menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai program pemberdayaan dan pengembangan kawasan.
Pjs. General Manager PGE Area Kamojang Manda Wijaya Kusuma menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan panas bumi tidak hanya diukur dari besarnya produksi listrik, tetapi juga dari konsistensi menjaga keselamatan kerja, keandalan aset, serta tata kelola perusahaan.
“Capaian ini menjadi semangat bagi PGE untuk terus mengelola aset panas bumi secara optimal. Keandalan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan aspek operasi, keselamatan, keandalan aset, serta integritas dalam menjalankan seluruh proses bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa panas bumi dapat terus menjadi sumber energi bersih yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan Indonesia,” tutup Manda.
Memasuki usia satu abad sejak potensi panas bumi pertama kali ditemukan, Kamojang menjadi bukti bahwa pengembangan energi terbarukan bukan hanya investasi jangka panjang bagi sektor kelistrikan, tetapi juga bagian penting dalam membangun ketahanan energi nasional dan mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















