Jakarta, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyiapkan investasi sekitar US$ 170 juta untuk mengembangkan dua proyek panas bumi di Indonesia. Realisasi proyek di Ulubelu, Lampung, dan Lahendong, Sulawesi Utara, kini menunggu penyelesaian perjanjian jual beli listrik bersama PT PLN Indonesia Power.
Kedua proyek tersebut memiliki kapasitas gabungan sekitar 45 megawatt (MW). Rinciannya, pengembangan di Ulubelu dirancang memiliki kapasitas sekitar 30 MW, sedangkan proyek Lahendong sebesar 15 MW.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan pembahasan kontrak atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN Indonesia Power telah menunjukkan perkembangan. Kedua pihak sudah mencapai kesepakatan mengenai harga listrik, sementara sejumlah ketentuan dalam perjanjian masih dalam tahap finalisasi.
Dalam skema yang disiapkan, kerja sama tersebut menggunakan mekanisme pembentukan perusahaan patungan atau joint venture (JV). Penetapan harga listrik dilakukan dengan mempertimbangkan keekonomian proyek.
“Harganya telah disepakati kita ini dalam bentuk pembentukan join JV (join venture) dengan PLN ya, nanti harganya disepakati bersama sehingga proyek ini harga itu sudah menggambarkan keekonomian dari proyek ini,” ungkap Yani dalam temu media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Meski telah mencapai kesepakatan harga, PGE belum mengumumkan nilai tarif listrik yang akan diterapkan. Perusahaan berencana menyampaikan informasi tersebut setelah kontrak resmi ditandatangani.
“Nanti kami akan expose pas begitu PPA sudah di signing nanti akan kita infokan ke publik ya terkait dengan progres ini,” ucapnya.
PPA Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, mengatakan perusahaan menargetkan penandatanganan PPA dapat dilakukan pada Desember 2026.
Saat ini, proses pembahasan telah melibatkan tim hukum PGE dan PLN, termasuk PLN Indonesia Power. Pemeriksaan dokumen dilakukan untuk memastikan klausul perjanjian siap sebelum memasuki tahap penandatanganan.
“Kami harapkan di end of this year mungkin di Desember ini kita akan menandatangani PPA. Jadi hari ini tim legal kami dan tim legal PLN termasuk PLN IP kita sedang men-screening,” kata Edwil.
Jika sesuai jadwal, kesepakatan tersebut akan menjadi perkembangan penting dalam perjalanan bisnis PGE. Perusahaan mencatat belum memiliki PPA baru selama lebih dari 10 tahun terakhir.
Karena itu, Edwil memandang kontrak tersebut sebagai salah satu pencapaian strategis yang diharapkan dapat direalisasikan sebelum pergantian tahun.
“InsyaAllah akhir tahun ini kami akan menutup tahun dengan hasil yang positif yaitu Tandatangan Power Purchase Agreement kalau ini terjadi, kalau ini bisa ditandatangani di bulan Desember depan tentunya ini suatu milestone utama bagi PGE,” tutur dia.
Kontrak Baru Setelah PGE Melantai di Bursa
Edwil juga menyoroti arti penting perjanjian tersebut karena menjadi kontrak jual beli listrik terbaru setelah PGE berstatus sebagai perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurutnya, penantian lebih dari satu dekade untuk memperoleh PPA baru membuat rencana kesepakatan dengan PLN Indonesia Power memiliki nilai tersendiri bagi perusahaan.
“Kenapa? lebih dari 10 tahun PGE tidak memiliki PPA baru jadi ini adalah yang terbaru dan tentunya ini suatu pencapaian dan kebanggaan bagi kami di PGE,” imbuhnya.
Dari sisi pengembangan proyek, PGE menargetkan kedua fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2028.
Estimasi investasi untuk proyek Ulubelu mencapai US$ 109 juta, sedangkan Lahendong membutuhkan sekitar US$ 61 juta. Dengan nilai keseluruhan sekitar US$ 170 juta, kedua proyek tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kapasitas panas bumi PGE.
Penyelesaian PPA akan menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek bergerak menuju realisasi. Selain memberikan kepastian kerja sama jual beli listrik, kontrak tersebut juga menjadi bagian dari upaya PGE memperluas pemanfaatan energi panas bumi untuk mendukung kebutuhan kelistrikan nasional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini















