Berita Geothermal –Bahasan energi panas bumi tampil sebagai pemenang utama dalam ajang Lomba Esai Nasional MENTARI 2025.
Lomba esai bertema “Achieving Net Zero Emission – A Better Future for Indonesia” ini sukses digelar dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa seluruh Indonesia.
Lomba Essay MENTARI merupakan wadah strategis bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan kreatif dalam mendukung transisi energi bersih dan pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) pada 2060.
Dari ratusan esai yang masuk, Fitra Reza Fadhilah, mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, keluar sebagai pemenang utama dengan karyanya berjudul “Geothermal 4.0: Mempercepat Energi Panas Bumi Indonesia Menuju Net-Zero Emissions 2060”.
Esai ini mengusung ide akselerasi pemanfaatan energi panas bumi berbasis teknologi canggih sebagai pilar penting dalam strategi nasional transisi energi rendah karbon.
Fitra mengungkap, potensi panas bumi Indonesia sangat besar, namun belum dimaksimalkan. Geothermal 4.0 menjadi solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga andal dan berkelanjutan.
Essay panas bumi Fitra dinilai sangat visioner dan aplikatif oleh dewan juri.
Kompetisi ini merupakan bagian dari Program MENTARI—inisiatif kerja sama antara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tujuannya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia melalui kebijakan, investasi, edukasi, dan akses energi inklusif.
Para peserta kompetisi diminta menyusun esai berbasis data yang diperoleh dari alat simulasi interaktif Indonesia Net-Zero Emissions (NZE) Calculator, yang dikembangkan MENTARI bersama Kementerian ESDM.
Alat ini membantu masyarakat dan pemangku kepentingan merancang berbagai jalur transisi energi berdasarkan skenario permintaan dan pasokan menuju emisi nol bersih.
Selain Fitra, dua finalis lain yang turut mendapatkan penghargaan adalah I’amruddin Iqyan Rosyadi dari Universitas Negeri Surabaya dengan esai bertema teknologi rendah karbon disruptif, serta Ayu Maruti dari Universitas Teknologi Yogyakarta yang menyoroti komitmen dan kebijakan dalam transisi energi rendah karbon.
Panitia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta atas kontribusinya dalam menyumbangkan gagasan segar dan solutif untuk masa depan energi Indonesia.
Energi panas bumi, yang selama ini cenderung luput dari perhatian anak-anak muda, kini muncul sebagai bintang dalam diskursus transisi energi nasional berkat suara generasi muda yang peduli pada keberlanjutan.
Tentang Mentari Programme
MENTARI Programme (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) adalah program kerja sama antara pemerintah Inggris dan Indonesia yang bertujuan mendukung transisi Indonesia menuju sistem energi rendah karbon yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Program ini diluncurkan pada Januari 2020 dan dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Fokus utama MENTARI adalah:
- Mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan kebijakan dan peraturan yang mendukung energi terbarukan.
- Meningkatkan investasi sektor swasta di bidang energi terbarukan.
- Membuka akses energi berbasis energi bersih untuk masyarakat terpencil dan rentan.
- Mendukung pengembangan kapasitas dan pengetahuan bagi pemangku kepentingan energi di Indonesia, termasuk generasi muda dan akademisi.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















