Jakarta, Beritageothermal.com – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengambil langkah besar untuk memperluas bisnis energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara. Perseroan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp (EDC), dengan valuasi ekuitas sekitar US$ 5 miliar atau setara Rp90 triliun.
Jika transaksi ini terealisasi, akuisisi tersebut berpotensi menjadi salah satu kesepakatan energi bersih terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir sekaligus masuk dalam daftar transaksi korporasi terbesar yang pernah terjadi di Filipina.
Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Bloomberg News, Rabu (15/7/2026), Barito Renewables telah menyampaikan penawaran yang bersifat indikatif, tidak diminta (unsolicited), dan tidak mengikat kepada EDC yang merupakan anak usaha First Gen Corp.
Meski demikian, proses akuisisi masih berada pada tahap awal. First Gen menyatakan penawaran tersebut masih bergantung pada sejumlah tahapan, mulai dari uji tuntas (due diligence), penyusunan dokumen transaksi, hingga memperoleh berbagai persetujuan yang dipersyaratkan.
Perusahaan juga menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi antara kedua belah pihak.
Selain itu, belum ada perjanjian yang ditandatangani maupun penunjukan penasihat transaksi oleh First Gen.
Saham First Gen Melonjak
Kabar mengenai rencana akuisisi tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar.
Saham First Gen Corp sempat melonjak hingga 33 persen di Bursa Manila, menjadi kenaikan intraday tertinggi sejak perusahaan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 2006.
Meski kemudian terkoreksi, saham First Gen tetap ditutup menguat sekitar 18 persen, sehingga mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar US$1,2 miliar.
Di sisi lain, saham Barito Renewables Energy juga ikut menguat hingga 4,1 persen.
Meski demikian, secara tahunan saham BREN masih mencatat pelemahan lebih dari 60 persen, dengan kapitalisasi pasar perusahaan kini berada di kisaran US$26 miliar.
Perluas Jejak Geothermal di Asia Tenggara
Barito Renewables merupakan bagian dari Barito Pacific Group yang fokus mengembangkan bisnis energi baru dan terbarukan.
Portofolio perusahaan mencakup pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang dioperasikan melalui sejumlah anak usaha.
Sementara itu, Energy Development Corp (EDC) dikenal sebagai salah satu perusahaan panas bumi terbesar di Filipina.
Selain First Gen, pemegang saham EDC juga mencakup Macquarie Asset Management dan sovereign wealth fund asal Singapura, GIC Pte. EDC sendiri memutuskan keluar dari Bursa Efek Filipina secara sukarela pada 2018.
Adapun First Gen Corp, yang dikendalikan keluarga Lopez, merupakan salah satu pemain utama energi bersih di Filipina dengan portofolio pembangkit berbasis panas bumi, tenaga air, angin, surya, hingga gas alam.
Apabila transaksi ini berhasil diselesaikan, langkah tersebut diperkirakan akan memperkuat posisi Barito Renewables sebagai salah satu pemain utama sektor geothermal di kawasan Asia Pasifik, sekaligus memperluas ekspansi perusahaan di pasar energi terbarukan regional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















