Bandung, Beritageothermal.com – Pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia dinilai masih menyisakan peluang besar untuk dikembangkan. Tidak hanya menghasilkan listrik, fluida sisa dari proses pembangkitan atau geothermal brine juga berpotensi diolah menjadi sumber mineral bernilai tinggi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi industri panas bumi.
Gagasan tersebut mengantarkan tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Tipex meraih Juara 1 International Business Case Competition Wildcat AAPG ITB 2026.
Mengutip laman resmi Institut Teknologi Bandung (ITB), Tim Tipex menawarkan strategi bertajuk “G.E.O Strategy: Transforming Geothermal Brines into Multistream Value Through Cascading Utilization, Bankable Ecosystem, and Digital Reliability”. Konsep itu dirancang sebagai solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan geothermal brine yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh industri panas bumi.
Dalam strategi tersebut, geothermal brine tidak lagi diposisikan sebagai limbah hasil pembangkitan listrik, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki kandungan mineral bernilai ekonomi. Tim Tipex menilai, melalui teknologi yang tepat, fluida tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari proyek panas bumi.
Tidak hanya menawarkan teknologi ekstraksi mineral, strategi yang mereka susun juga mencakup pembangunan ekosistem bisnis yang layak secara finansial (bankable). Pendekatan tersebut diharapkan mampu menarik minat investor sehingga inovasi dapat diimplementasikan secara nyata di sektor industri.
Untuk mendukung penerapannya, Tim Tipex turut mengintegrasikan sistem digital yang berfungsi meningkatkan keandalan operasional, mempermudah pemantauan proses produksi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Menurut ITB, pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pemanfaatan sumber daya panas bumi yang lebih efisien sekaligus memperkuat pengembangan energi bersih di Indonesia melalui penciptaan nilai tambah dari sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Keberhasilan tersebut diraih oleh Adelia Rifani dan Alexander Ryan Timothy dari Program Studi Teknik Pertambangan bersama Muhammad Faris Daffa dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi.
Kolaborasi dua disiplin ilmu menjadi fondasi utama dalam penyusunan strategi. Bidang Teknik Pertambangan berkontribusi dalam analisis potensi sumber daya dan tantangan industri panas bumi, sementara bidang Sistem dan Teknologi Informasi memperkuat aspek digitalisasi agar solusi yang ditawarkan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri modern.
Di balik prestasi tersebut, Tim Tipex menghabiskan waktu lebih dari dua bulan untuk melakukan riset, menyusun analisis, hingga menyiapkan presentasi kompetisi. Seluruh proses dilakukan di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, termasuk saat menjalani Ujian Akhir Semester (UAS).
Persaingan dalam kompetisi juga tidak mudah. Sebagian besar peserta berasal dari mahasiswa tingkat tiga, sedangkan anggota Tim Tipex masih berstatus mahasiswa angkatan 2024. Meski demikian, keterbatasan pengalaman tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan solusi yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami belajar bahwa kompetisi ini mengajarkan kami untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan mencari akar masalah terlebih dahulu. Pelajaran paling berkesan adalah bahwa tim yang hebat bukan sekadar bekerja bersama, tetapi juga tumbuh dan menikmati proses bersama. There is a day we win, and there is a day we learn,” ujar Adelia, seperti dikutip dari laman resmi ITB.
Selain mengapresiasi para dosen pembimbing dan mentor, Tim Tipex juga menekankan pentingnya membangun solusi berdasarkan validasi data. Mereka menilai setiap asumsi harus diuji agar inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi industri.
Sebagai informasi, Wildcat AAPG ITB 2026 merupakan kompetisi bisnis internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk menyusun solusi atas tantangan di sektor energi. Berdasarkan keterangan ITB, ajang tersebut menjadi sarana menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang minyak, gas, dan transisi energi.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















