Jakarta, Berita Geothermal – Asosiasi Panas Bumi Indonesia (INAGA-API) terus menegaskan posisinya sebagai organisasi kunci dalam pengembangan industri panas bumi nasional. Berdiri pada 25 September 1991 di Jakarta, INAGA hadir sebagai organisasi profesional nirlaba yang menjadi simpul koordinasi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan investor dalam sektor energi terbarukan.
Sebagai organisasi yang bersifat independen dan non-politik, INAGA membangun identitasnya melalui peran strategis dalam advokasi kebijakan, penguatan kapasitas industri, serta pengembangan jejaring nasional dan internasional di sektor panas bumi.
Identitas dan Posisi Strategis Organisasi
Sejak awal berdiri, INAGA dirancang sebagai forum komunikasi dan konsultasi untuk meningkatkan pemahaman, kerja sama, dan tanggung jawab dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Dalam lanskap global, organisasi ini juga terhubung dengan International Geothermal Association sebagai bagian dari komunitas panas bumi dunia.
Branding INAGA dibangun melalui konsistensi dalam mendorong kolaborasi lintas sektor dan memperkuat posisi panas bumi sebagai energi baseload yang berkelanjutan.
Struktur Organisasi dan Kepemimpinan
INAGA dikelola melalui struktur organisasi yang terintegrasi, terdiri dari Dewan Direksi, Dewan Penasihat, Dewan Ahli, dan Dewan Pengawas. Operasional organisasi didukung oleh sekretariat yang menjalankan aktivitas harian serta koordinasi program.
Untuk periode kepengurusan 2023–2026, susunan Dewan Eksekutif Pusat (DPP) INAGA meliputi:
- Presiden: Julfi Hadi
- Sekretaris Jenderal: Riza Pasikki
- Bendahara: Rio Supriadinata Marza
Wakil Presiden:
Jajaran pendukung:
- Wakil Sekretaris Jenderal: Lia Paramita
- Wakil Bendahara: Ismoyo Agro
Divisi Kunci Penggerak Organisasi
INAGA membagi fungsi strategis ke dalam sejumlah divisi yang menangani bidang spesifik, antara lain:
- Informasi, Hubungan Pemangku Kepentingan dan Media: Rangga Hilman
- Advokasi Kebijakan, Regulasi dan Hukum: Sentot Yulianugroho
- Pengembangan Teknologi: Remi Harimanda
- Pengembangan SDM: Yunus Daud
- Beyond kWh: Ali Ashat
- Investasi dan Kerja Sama: Ruly Husnie Ridwan
- Pengembangan Bisnis: Supremlehaq Taqwim
- Promosi: Ali Sahid
Struktur ini mencerminkan fokus INAGA pada penguatan kebijakan, teknologi, investasi, hingga komunikasi publik dalam satu ekosistem terintegrasi.
Jejak Kepemimpinan Organisasi
Perjalanan INAGA turut dibentuk oleh kepemimpinan sejumlah tokoh industri energi panas bumi, di antaranya:
- Vincent T. Radja (1991–1994)
- Prijanto (1994–1998)
- Puguh Sugiharto (1998–2001)
- Herman D. Ibrahim (2001–2004)
- Alimin Ginting (2004–2007)
- Suryadharma (2007–2011)
- Abadi Poernomo (2011–2017)
- Prijandaru Effendi (2017–2023)
Keberlanjutan kepemimpinan ini memperlihatkan konsistensi arah organisasi dalam membangun fondasi industri panas bumi nasional.
Program Strategis dan Aktivitas Industri
Dalam operasionalnya, INAGA menjalankan berbagai program utama yang menjadi bagian dari penguatan branding organisasi, antara lain:
- penyusunan masukan kebijakan dan regulasi sektor panas bumi,
- sosialisasi manfaat energi panas bumi kepada masyarakat,
- penyelenggaraan konvensi dan pameran panas bumi internasional,
- pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi,
- serta penguatan komunikasi publik melalui media dan platform informasi.
INAGA juga mendorong keterlibatan media dalam membangun narasi positif industri energi terbarukan guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Kapasitas dan Jaringan Keanggotaan
Sebagai organisasi industri, INAGA memiliki basis keanggotaan yang mencakup sekitar 17 perusahaan dan lebih dari 500 anggota individu. Anggota berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengembang proyek, konsultan, akademisi, hingga profesional teknis di bidang geologi, geofisika, dan energi.
Keanggotaan ini menjadi kekuatan utama dalam membangun jaringan kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat posisi INAGA sebagai pusat informasi dan koordinasi industri panas bumi.
Peran dalam Ekosistem Energi Nasional
INAGA beroperasi dalam ekosistem energi nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PT PLN (Persero) sebagai pembeli listrik panas bumi. Selain itu, organisasi ini juga berinteraksi dengan kementerian teknis, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku industri lainnya.
Dengan potensi panas bumi Indonesia yang mencapai sekitar 28,8 gigawatt, INAGA berperan dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya tersebut melalui pendekatan kebijakan, investasi, dan penguatan kapasitas industri.
Arah Penguatan Branding
Dalam pengembangan ke depan, INAGA menitikberatkan pada:
- penguatan posisi sebagai mitra strategis sektor energi,
- peningkatan kualitas sumber daya manusia,
- pengembangan teknologi dan inovasi,
- serta perluasan kerja sama internasional.
Melalui kombinasi struktur organisasi yang kuat, program strategis yang terarah, serta jaringan keanggotaan yang luas, INAGA terus membangun identitas sebagai motor penggerak industri panas bumi Indonesia sekaligus katalis dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Sumber Website : https://www.inaga-api.or.id
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















