Berita Geothermal — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, menaruh harapan besar terhadap keberadaan proyek panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Hululais yang hingga kini belum juga beroperasi. Proyek yang digadang-gadang mampu menjadi penggerak ekonomi daerah itu diharapkan dapat segera memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan dalam dialog publik bertema “Pengembangan Sumber Energi Panas Bumi dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Lebong”, yang digelar pada Selasa, 27 Mei 2025. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan PT PGE Hululais, Pemerintah Kabupaten Lebong, DPRD Lebong, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Plt Ketua DPD KNPI Kabupaten Lebong, Harry Kafri, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa proyek energi terbarukan PT PGE Hululais sudah dimulai sejak 2021 dengan nilai investasi sebesar Rp 4 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, pengeboran sumur, dan fasilitas produksi untuk dua unit pembangkit.
“Tak hanya itu, PT PGE Hululais bahkan telah menambah anggaran sebesar Rp 1,5 triliun untuk penyediaan turbin pembangkit listrik berkapasitas 110 Mega Watt (2×55 MWE). Target awalnya proyek ini mulai beroperasi pada 2015. Tapi hingga 2025, kita belum melihat wujudnya,” ujar Harry.
Harry menilai, jika proyek ini dapat beroperasi sesuai rencana, maka manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat Lebong. Selain membuka lapangan pekerjaan dan mendongkrak perekonomian daerah, proyek ini juga diyakini mampu memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan.
“Kami, para pemuda, ingin tahu apa yang menjadi kendala sebenarnya. Karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu manfaat nyata dari proyek ini,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Manager PT PGE Hululais, Mulyadi, menyampaikan bahwa dari sisi perusahaan, pihaknya sejatinya telah siap beroperasi. Namun, operasional pembangkit masih terganjal oleh pemasangan turbin.
“Kami saat ini masih menunggu pemasangan turbin dari pihak PLN. Begitu itu selesai, kami siap berjalan,” ujarnya.
Mulyadi juga menekankan bahwa pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya penting dalam mendukung bauran energi nasional, tetapi juga akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
“Pemanfaatan energi panas bumi ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan tentu saja mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.
KNPI berharap, dengan adanya dialog terbuka ini, berbagai pihak terkait dapat segera menyelesaikan kendala teknis yang ada, agar proyek besar ini benar-benar bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Lebong.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















