Berita Geotherma – PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi meluncurkan program inovatif Kampung Direct Use (KaDieu) di Kampung Kendeng, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Selasa (8/7/2025).
Program KaDieu menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan langsung panas bumi secara terpadu, inklusif, dan berkelanjutan, yang tidak hanya menyoroti aspek energi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, dan edukasi lingkungan.
Peresmian KaDieu dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat, antara lain Koordinator Keteknikan dan Lingkungan Panas Bumi Kementerian ESDM Sahat Simangunsong, Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa Supriadinata Marza, serta General Manager GeoDipa Unit Patuha Ruly Husnie Ridwan dan General Manager GeoDipa Unit Dieng Herdian Ardi Febrianto.
KaDieu hadir sebagai wujud nyata komitmen GeoDipa dalam menciptakan model pemanfaatan panas bumi yang menyatu dengan kebutuhan dan aktivitas warga. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi energi panas bumi tidak hanya sebagai sumber pembangkit listrik, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas masyarakat di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, pengolahan makanan, dan pariwisata.
Sebagai implementasi awal, GeoDipa menghadirkan tiga proyek percontohan utama di kawasan Kampung KaDieu, yaitu:
Pertama, greenhouse (rumah kaca) dengan kapasitas 160 pohon tomat yang memanfaatkan panas bumi sebagai pengatur suhu, memungkinkan pertumbuhan tanaman lebih optimal sepanjang tahun.
Kedua, kolam ikan dengan kapasitas 200 ekor yang suhunya dijaga stabil oleh energi panas bumi, menciptakan lingkungan budidaya yang efisien.
Ketiga, alat food dehydrator skala kecil yang digunakan untuk mengeringkan hasil panen secara higienis dan ramah lingkungan.
Ketiga fasilitas tersebut dibangun di atas lahan milik GeoDipa dan dikembangkan sebagai living lab—laboratorium hidup—yang memungkinkan masyarakat belajar secara langsung mengenai aplikasi energi panas bumi dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah KaDieu menempatkan diri sebagai pusat edukasi, inovasi sosial, sekaligus ruang kolaborasi antara teknologi, energi panas bumi dan tradisi lokal.
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program ini. Menurutnya, KaDieu menjadi contoh konkret bagaimana energi terbarukan dapat memberikan dampak sosial yang luas.
“Dengan adanya program ini, kita bisa memberdayakan warga sekitar, menekan angka pengangguran, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian ESDM. Sahat Simangunsong menyebut KaDieu sebagai langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan nasional. Ia mengungkapkan bahwa kementerian tengah menyiapkan regulasi khusus untuk mendorong pemanfaatan langsung panas bumi secara komersial dan produktif.
Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa, Supriadinata Marza, menegaskan bahwa KaDieu adalah bagian dari visi besar perusahaan dalam menghadirkan energi bersih yang inklusif.
“Energi panas bumi bukan hanya soal listrik. Ia hadir untuk mengeringkan hasil kebun, menghangatkan tubuh, menyuburkan tanaman—semua itu adalah bentuk harmoni antara teknologi dan kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Melalui Kampung KaDieu, GeoDipa meneguhkan perannya tidak hanya sebagai pengembang energi nasional di bidang panas bumi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan nilai tambah dari potensi alam yang dikelola secara bertanggung jawab.
Program ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi pengembangan kebijakan pemanfaatan langsung energi panas bumi di tingkat lokal maupun nasional, menyongsong Indonesia yang hijau, adil dan berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















