Berita Geothermal – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi panas bumi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini disampaikan Sinung menyusul beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen berkapasitas 35 MW yang dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal Indonesia.
Menurut Sinung, hasil konsultasinya dengan Direktorat Panas Bumi, Kementerian ESDM, menunjukkan bahwa PLTP Ijen berpotensi menghasilkan pemasukan sebesar Rp1,7 miliar setiap triwulan bagi daerah. Dana tersebut berasal dari skema bagi hasil kegiatan usaha panas bumi dan dijadwalkan mulai disalurkan pada akhir tahun.
Ia menegaskan, meski angka Rp1,7 miliar per triwulan belum terlalu signifikan jika dibandingkan dengan kebutuhan belanja daerah, namun pendapatan tersebut tetap layak diperjuangkan.
Apalagi, katanya, dana tersebut bersumber dari kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan.
“Investasi panas bumi sangat penting untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pemerintah harus aktif agar potensi ini tidak hanya menjadi proyek besar yang minim kontribusi bagi Bondowoso,” ujarnya dikutip Jumat (25/7).
“Penerimaan bonus produksi sebesar Rp1,7 miliar per tiga bulan itu akan diberikan pada akhir tahun. Nilainya memang masih kecil karena produksi listrik Medco saat ini baru 35 MW. Tapi ke depan, ditargetkan bisa mencapai 110 MW. Tinggal dikalikan saja,” tambahnya.
Proyek panas bumi di Bondowoso tidak hanya menjadi tumpuan ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Sinung menekankan bahwa pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus bergantung pada dana pusat maupun APBD murni. Kemitraan dengan sektor swasta menjadi langkah strategis dan visioner dalam menghadapi tantangan fiskal di masa mendatang.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















