Berita Geothermal – Di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, berdiri sebuah situs bersejarah yang memadukan pesona alam, warisan budaya, dan potensi energi panas bumi: Pemandian Air Panas Candi Umbul.
Lokasi pemandian air panas Candi Umbul tak jauh dari kawasan Candi Borobudur, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berendam ala bangsawan Mataram Kuno.
Candi Umbul diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9, pada masa kejayaan Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno. Nama “Umbul” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “keluar” atau “menyembul”, merujuk pada mata air panas yang terus mengalir dari dasar kolam.
Pada masanya, pemandian ini berfungsi sebagai patirtan—tempat pemandian suci bagi raja, permaisuri, dan keluarga kerajaan, yang juga digunakan untuk upacara keagamaan. Kolam berbentuk persegi empat ini disusun dari batu andesit, dilengkapi relief kuno yang menambah aura sakral.
Kini, Candi Umbul terbuka untuk umum dengan dua kolam pemandian utama. Kolam air panas berukuran 12,5 x 7,15 meter mengandung belerang yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kulit dan melancarkan peredaran darah.
Sementara kolam air dingin berukuran 8,5 x 7 meter berfungsi untuk membilas tubuh setelah berendam. Gelembung-gelembung yang muncul dari dasar kolam merupakan sisa aktivitas geotermal purba jutaan tahun silam, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Harga tiket masuk pada 2025 cukup terjangkau, yakni Rp7.000 untuk dewasa dan Rp6.000 untuk anak-anak pada hari biasa. Pada hari libur, tarifnya menjadi Rp8.000 untuk dewasa dan Rp7.000 untuk anak-anak.
Selain berendam, pengunjung dapat menikmati panorama sawah, perbukitan, dan sisa-sisa batu candi yang berserakan di sekitar kolam, menghadirkan suasana tenang yang berpadu dengan nuansa sejarah.
Menariknya, Candi Umbul juga menjadi bagian dari wilayah kerja panas bumi (WKP) Candi Umbul–Telomoyo yang ditetapkan melalui SK Menteri ESDM No. 1826 K/30/MEM/2012. WKP ini meliputi wilayah Semarang, Magelang, Boyolali, Temanggung, dan Salatiga, dengan potensi terduga mencapai 92 MW.
Dengan perpaduan sejarah Kerajaan Mataram Kuno, pesona alam pegunungan, dan potensi energi masa depan, Air Panas Candi Umbul bukan sekadar destinasi wisata, melainkan cermin peradaban dan kekayaan alam Indonesia yang patut dilestarikan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















