Bandung – Tiga lulusan Program Studi Magister Teknik Geotermal FTTM ITB mencatatkan prestasi akademik dengan capaian yang membanggakan. Ketiganya menyelesaikan studi dalam empat semester dengan raihan IPK di atas 3,60.
Dilansir dari unggahan akun media sosial geothermalitb2008, ketiga lulusan tersebut yakni Iqbal Takodama, Kelvin Pratama Indratmoko, dan Rohayati Idris. Selain mencatat prestasi akademik, mereka juga menghasilkan sejumlah karya ilmiah dan inovasi di bidang panas bumi.
Iqbal Takodama menjadi lulusan dengan IPK tertinggi, yakni 3,94. Pemilik NIM 22624012 tersebut menyelesaikan pendidikan dalam empat semester.
Dalam tugas akhirnya, Iqbal mengangkat penelitian berjudul “Estimasi Sebaran Temperatur Bawah Permukaan Berdasarkan Gradien Resistivitas Data Magnetotellurik (MT) pada Lapangan Geotermal Waesano, Nusa Tenggara Timur” dengan pembimbing Prof. Dr. Hendra Grandis.
Tak hanya unggul secara akademik, Iqbal juga tercatat memiliki 3 published papers pada international proceedings dan 1 published paper pada national proceeding terindeks SINTA 2.
Selanjutnya ada Kelvin Pratama Indratmoko dengan NIM 22624010. Kelvin menyelesaikan studi dalam empat semester dan meraih IPK 3,92.
Tugas akhir Kelvin berjudul “Pendekatan Multiscale Physics-Guided Neural Network untuk Prediksi Kinerja Produksi Panas Bumi”. Penelitian tersebut dibimbing Heru Berian Pratama, S.T., M.T., Ph.D.
Dalam capaian publikasinya, Kelvin tercatat memiliki 4 published papers pada international proceedings dan 1 paper submitted to a Q1 journal.
Sementara itu, Rohayati Idris menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,60 dalam empat semester. Rohayati tercatat memiliki NIM 22624002.
Rohayati mengangkat tugas akhir berjudul “GEOVOTE-SMARTDRY: Sistem Pengering Pascapanen Berbasis Geothermal Direct-Use dan IoT Mobile Real-Time untuk Peningkatan Kualitas Produk dan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian”.
Penelitian tersebut dibimbing Heru Berian Pratama, S.T., M.T., Ph.D. dan Jooned Hendrarsakti, Ph.D., IPM.
Dari sisi karya ilmiah dan inovasi, Rohayati tercatat menghasilkan 2 published papers pada international proceedings dan 4 HAKI Nasional.
Capaian ketiga lulusan tersebut memperlihatkan beragam fokus penelitian dalam pengembangan teknologi panas bumi. Mulai dari pemetaan temperatur bawah permukaan menggunakan data Magnetotellurik, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memprediksi kinerja produksi, hingga pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk mendukung proses pengeringan pascapanen.
Dalam unggahan geothermalitb2008, prestasi tersebut disebut menjadi bukti semangat, dedikasi, dan kontribusi generasi muda dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi panas bumi.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini















