RIAU, Beritageothermal.com – Kebutuhan tenaga profesional untuk mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia mendorong PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memperkuat kemitraan dengan institusi pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Riau (UIR).
Melalui kemitraan tersebut, PGE tidak hanya membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga menyalurkan bantuan biaya kuliah kepada 10 mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan UIR.
Kesepakatan kerja sama dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Head of Agreement (HoA) yang berlangsung di Ruang Sidang Gedung H. Rawi Kunin UIR, Kamis (29/10/2026).
Dokumen kerja sama ditandatangani Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yani, S.T., M.Si., bersama Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H.
Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan industri energi panas bumi. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan sektor geotermal.
Ahmad Yani mengatakan, kerja sama dengan UIR juga memiliki makna tersendiri bagi PGE dalam mempererat hubungan dengan almamater. Menurutnya, perusahaan ingin membangun hubungan yang tidak sebatas formalitas, tetapi dapat diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat jangka panjang.
Dia menjelaskan, pengembangan bisnis PGE tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menghasilkan listrik dari panas bumi. Perusahaan juga membutuhkan dukungan mitra perguruan tinggi untuk memperkuat kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat.
“Kedatangan kami kesini ialah upaya memenuhi kebutuhan almamater serta semangat kolaborasi perusahaan. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal bagi program-program baik kedepannya, semoga dari UIR lahir SDM geothermal yang unggul dan dapat bersaing secara global,” ujar Ahmad Yani.
Dari sisi perguruan tinggi, Rektor UIR Admiral menilai keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi.
Dia menyebut perguruan tinggi membutuhkan dukungan dan kemitraan dengan berbagai pihak agar pengembangan pendidikan serta kapasitas sivitas akademika dapat berjalan lebih optimal.
Admiral juga menyampaikan apresiasi atas perhatian PGE terhadap mahasiswa UIR, khususnya melalui pemberian bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa Teknik Perminyakan.
“Terima kasih kami ucapkan atas bantuan dana pendidikan yang diberikan oleh PGE, kami berharap kerja sama ini dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan lain, terutama yang berkaitan dengan bidang Teknik Perminyakan dan disiplin ilmu serumpun,” ungkap Admiral.
Bantuan pendidikan bagi 10 mahasiswa tersebut menjadi salah satu realisasi awal dari hubungan kemitraan kedua institusi. Ke depan, kerja sama ini diharapkan berkembang ke berbagai bidang yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri energi, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan riset.
Sejumlah pimpinan UIR turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi Prof. Dr. Fathurrahman, S.P., M.Sc.; Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Sumber Daya Assoc. Prof. Dr. Firdaus AR, S.E., M.Si., Ak., CA., QRMP.; serta Kepala BKUI Dini Tiara Sasmi, S.IP., M.Si.
Hadir pula Dekan Fakultas Teknik Dr. Kurnia Hastuti, S.T., M.T., Direktur Pascasarjana Assoc. Prof. Dr. Musa, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan fakultas dan unit di lingkungan UIR.
Sinergi PGE dan UIR ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan berbagai program pendidikan yang lebih aplikatif. Dengan keterlibatan industri dalam proses pengembangan kompetensi mahasiswa, perguruan tinggi diharapkan dapat ikut menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjawab tantangan pengembangan energi panas bumi nasional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















