• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Nasional

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

Bulan Tresyana by Bulan Tresyana
29 Agustus 2026
in Nasional
A A
0
Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam
Share Share ShareShareShare

_Satu Dekade Konservasi Elang Jawa_

Jakarta, Kabariku.com – Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga kelestarian alam kembali mendapat pengakuan. Melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), PGE meraih Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 Bidang Konservasi Spesies dan Genetik dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho dalam pembukaan Peringatan HKAN 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi PKEK dalam upaya penyelamatan dan pelestarian satwa liar, sekaligus memperkuat komitmen PGE bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

RelatedPosts

Pemkab Garut Terima Penghargaan IIGCE 2026 atas Komitmen Pengembangan serta Pemanfaatan Panas Bumi

Banyak Proyek PLTP Mangkrak, ADPPI Minta ESDM Lakukan Evaluasi Menyeluruh

ADPPI Dorong ESDM Segera Klarifikasi Soal Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, peringatan HKAN harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

“Dengan HKAN ini mari tingkatkan komitmen kita untuk bekerja lebih keras lagi, menemukan cara-cara yang lebih kreatif, yang lebih inovatif dalam melindungi keanekaragaman hayati kita,” tutur Juli.

Berdasarkan surat Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Nomor S.356/KSG/PSG.2/KSA.03.02/B/08/2026, PGE ditetapkan sebagai penerima penghargaan setelah melalui proses penilaian atas kontribusi yang diberikan dalam bidang konservasi.

PKEK dinilai memiliki peran penting sebagai pusat penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, penelitian, hingga edukasi konservasi burung pemangsa di Indonesia.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan industri panas bumi tidak dapat dipisahkan dari kelestarian alam.

“Penghargaan ini adalah pengakuan atas keyakinan yang kami pegang sejak awal: pengembangan energi panas bumi dan pelestarian alam adalah satu kesatuan. Panas bumi hanya lestari jika hutan dan ekosistem di sekitarnya terjaga, karena itu kepedulian lingkungan menjadi bagian dari cara PGE beroperasi setiap hari,” ujar Andi.

Satu Dekade Selamatkan Elang Jawa

PKEK berdiri sejak 2014 melalui kemitraan PGE dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Raptor Indonesia. Fasilitas konservasi tersebut secara khusus menangani satwa elang, terutama Nisaetus bartelsi (Elang Jawa), spesies endemik Indonesia yang menjadi inspirasi lambang negara Garuda.

Elang Jawa juga berstatus Endangered atau terancam punah berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species.

Selama lebih dari satu dekade, PKEK telah melakukan upaya konservasi terhadap 392 ekor elang dan berhasil melepasliarkan 153 ekor ke habitat alaminya.

Elang yang ditangani PKEK berasal dari beragam kondisi, mulai dari hasil penyitaan, serahan masyarakat, hingga satwa yang menjadi korban konflik dengan manusia.

Untuk mendukung program tersebut, PGE mengalokasikan sekitar 116 hektare kawasan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang untuk konservasi Elang Jawa.

Kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain karantina, observasi, rehabilitasi, serta kandang pelatihan terbang. Fasilitas ini digunakan untuk memastikan kondisi elang benar-benar siap sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

PKEK juga menjalankan program edukasi konservasi bagi pelajar dan masyarakat. Warga di sekitar kawasan turut dilibatkan dalam mendukung operasional konservasi, salah satunya melalui penyediaan pakan elang oleh peternak lokal.

Ancaman Elang Jawa Masih Tinggi

Upaya pelestarian Elang Jawa menghadapi tantangan yang tidak ringan. Satwa ini memiliki tingkat reproduksi yang rendah. Sepasang Elang Jawa umumnya hanya menghasilkan satu telur dalam satu tahun.

Di sisi lain, populasinya menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perburuan dan perdagangan ilegal hingga penyusutan habitat akibat alih fungsi kawasan hutan.

ADVERTISEMENT

Perdagangan ilegal bahkan disebut dapat mencapai 30–40 ekor per tahun. Sementara proses rehabilitasi membutuhkan waktu panjang dan penanganan yang sangat hati-hati sebelum seekor elang dinyatakan siap kembali ke alam.

PGE terus memberikan dukungan terhadap PKEK, termasuk melalui penguatan fasilitas medis, penelitian, serta pemantauan setelah proses pelepasliaran.

Langkah tersebut diarahkan agar PKEK tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga berkembang sebagai model kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain.

“Selama lebih dari satu dekade, kami mendampingi PKEK bersama BBKSDA Jawa Barat dan Raptor Indonesia. Ini merupakan proses penyelamatan dan rehabilitasi, hingga menyaksikan elang-elang itu kembali terbang bebas di habitatnya,” kata Andi.

Menurut dia, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan industri energi dapat berjalan seiring dengan upaya perlindungan alam.

“Ini adalah bukti bahwa industri energi dan industri alam dapat saling menghidupi. Karena itu, apresiasi dari Kementerian Kehutanan ini kami terima sebagai amanah untuk melanjutkan dan memperluas komitmen tersebut, agar Elang Jawa, sang inspirasi Garuda, tetap mengangkasa di langit Indonesia untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Konsistensi PGE di Bidang Lingkungan

Komitmen lingkungan PGE di Kamojang juga tercermin melalui capaian lainnya. PGE Area Kamojang tercatat meraih PROPER Emas selama 15 kali berturut-turut.

Sementara PGE Area Ulubelu memperoleh PROPER Emas selama empat kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).

Di tingkat global, PGE juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025 versi Sustainalytics.

Berbagai capaian tersebut memperkuat pendekatan PGE dalam mengembangkan energi panas bumi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menempatkan perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati sebagai bagian integral dari kegiatan operasional perusahaan.

Bagi PGE, keberlanjutan pengembangan energi panas bumi dan kelestarian alam bukanlah dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya menjadi bagian dari satu upaya untuk memastikan pemanfaatan energi bersih dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.*

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Hari Konservasi Alam NasionalKementerian KehutananKonservasi Spesies dan GenetikPenghargaan HKAN 2026Pusat Konservasi Elang Kamojang
ShareSendSharePinSend
Previous Post

PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

Related Posts

Pemkab Garut Terima Penghargaan IIGCE 2026 atas Komitmen Pengembangan serta Pemanfaatan Panas Bumi

Pemkab Garut Terima Penghargaan IIGCE 2026 atas Komitmen Pengembangan serta Pemanfaatan Panas Bumi

23 Agustus 2026
Banyak Proyek PLTP Mangkrak, ADPPI Minta ESDM Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Banyak Proyek PLTP Mangkrak, ADPPI Minta ESDM Lakukan Evaluasi Menyeluruh

24 Juli 2026
ADPPI Dorong ESDM Segera Klarifikasi Soal Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

ADPPI Dorong ESDM Segera Klarifikasi Soal Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

30 Mei 2026
AHY Tekankan Potensi Panas Bumi Indonesia di Forum Global, Dinilai Jadi Kunci Transisi Energi Asia

AHY Tekankan Potensi Panas Bumi Indonesia di Forum Global, Dinilai Jadi Kunci Transisi Energi Asia

20 Mei 2026

Menteri Bahlil Rombak Pejabat ESDM, Priatin Hadi Wijaya Dipercaya Jabat Direktur Panas Bumi

6 Mei 2026
Proyek Gasifikasi PLTD MIlik PLN, bekerjasama Pertamina & PGN

Konversi PLTD ke PLTP Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

12 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

29 Agustus 2026
PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

28 Agustus 2026
PLTP Gunung Ungaran Ditargetkan 55 MW, WKP Capai 29.800 Hektare di Semarang-Kendal

PLTP Gunung Ungaran Ditargetkan 55 MW, WKP Capai 29.800 Hektare di Semarang-Kendal

26 Agustus 2026
MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

26 Agustus 2026

Recent News

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

29 Agustus 2026
PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

28 Agustus 2026
PLTP Gunung Ungaran Ditargetkan 55 MW, WKP Capai 29.800 Hektare di Semarang-Kendal

PLTP Gunung Ungaran Ditargetkan 55 MW, WKP Capai 29.800 Hektare di Semarang-Kendal

26 Agustus 2026
MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

26 Agustus 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In