Jakarta, Berita Geothermal – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melangkah lebih jauh dalam rencana pengembangan pembangkit listrik panas bumi di Bengkulu. Perusahaan tersebut telah menyerahkan dokumen teknis proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun kepada PT PLN (Persero) sebagai bagian dari proses menuju realisasi pembangunan pembangkit.
Proyek PLTP Bukit Daun dirancang memiliki kapasitas pembangkit sebesar 2×25 megawatt (MW) dengan tambahan unit berkapasitas 2×5 MW. Penyerahan dokumen ini menjadi tahapan awal yang diperlukan sebelum PLN mengambil keputusan terkait pembelian listrik dari pembangkit tersebut.
Dokumen teknis yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi PLN dalam menilai rencana kerja sama melalui skema Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Dalam tahap ini, PLN akan menelaah sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi proyek, hingga kemungkinan integrasi pembangkit ke jaringan sistem kelistrikan yang ada.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Edwil Suzandi menyampaikan bahwa keberadaan PLTP Bukit Daun diharapkan dapat menambah keandalan suplai listrik, khususnya di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Proyek ini juga dipandang sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong peningkatan pemanfaatan energi bersih di Indonesia.
Ia menjelaskan, upaya pengembangan potensi panas bumi di kawasan Bukit Daun sebenarnya telah dimulai sejak 2017 melalui kegiatan eksplorasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan dan mengoptimalkan potensi sumber daya panas bumi di area Hululais.
“Dengan semakin kuatnya dorongan pemerintah terhadap peningkatan bauran EBT, kami menilai momentum saat ini tepat untuk mempercepat pengembangan proyek ini,” ujar Edwil, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/3/2026).
Secara administratif, lokasi proyek PLTP Bukit Daun berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais yang mencakup Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kawasan tersebut dikenal memiliki karakter geologi yang mendukung terbentuknya sumber panas bumi karena berada pada sistem vulkanik yang sudah tidak aktif.
Selain proyek Bukit Daun, PGEO juga tengah mengembangkan pembangkit lain di kawasan yang sama, yakni PLTP Hululais Unit 1 dan Unit 2 dengan kapasitas gabungan mencapai 110 MW.
Hingga saat ini, Pertamina Geothermal Energy tercatat mengelola pembangkit panas bumi dengan total kapasitas terpasang sekitar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi di Indonesia. Perusahaan juga terus memperluas portofolio proyek energi bersih, termasuk pengembangan pembangkit berbasis co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan kapasitas sekitar 230 MW.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















