Berita Geothermal — PT DSSR Daya Mas Sakti (DSSR), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bagian dari Grup Sinar Mas, resmi menggandeng PT FirstGen Geothermal Indonesia, entitas milik Energy Development Corporation (EDC) dari Filipina, untuk menggarap proyek besar energi panas bumi di Indonesia. Penandatanganan kerja sama berlangsung pada 26–27 Agustus 2025.
Lewat kolaborasi ini, kedua perusahaan menargetkan pemanfaatan potensi panas bumi hingga 440 megawatt (MW) yang tersebar di enam titik strategis: Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah. Proyek ini diproyeksikan menelan investasi sekitar US$ 2,2 miliar atau lebih dari Rp34 triliun.
Selain kontribusi finansial, joint venture ini juga menekankan transfer teknologi. DSSR berupaya memanfaatkan pengalaman global EDC—perusahaan geotermal terbesar di Filipina—untuk memperkuat kapasitas domestik Indonesia dalam pengembangan energi bersih. Proyek ini diharapkan mampu mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.
Di balik proyek strategis ini, sosok Franky Oesman Widjaja menjadi figur kunci. Anak dari mendiang pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, Franky kini dikenal sebagai salah satu taipan berpengaruh di Indonesia.
Ia menjabat CEO Golden Agri-Resources Ltd. (GAR), salah satu produsen minyak sawit terbesar dunia, sekaligus memegang berbagai posisi strategis di lini usaha Grup Sinar Mas sejak bergabung pada 1979 usai menamatkan pendidikan di Universitas Aoyama Gakuin, Jepang.
Franky juga aktif di berbagai organisasi bisnis. Ia menjabat Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bidang agrobisnis, pangan, dan peternakan; Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI); penasihat GAPKI; hingga anggota Dewan Kehormatan AEI.
Tak hanya itu, ia ikut serta dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui konsorsium investasi domestik yang membiayai infrastruktur dasar mulai dari hotel, sekolah, rumah sakit hingga pusat perbelanjaan.
Kiprah Franky di ranah bisnis membuatnya kerap diundang berdiskusi langsung dengan pemerintah. Pada 7 Maret 2025, ia hadir bersama sejumlah taipan lain di Istana Kepresidenan untuk berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan nasional, mulai dari kemandirian energi hingga industrialisasi.
Kini, lewat kolaborasi panas bumi senilai triliunan rupiah dengan taipan Filipina Federico Lopez dari First Gen Corp., Franky menegaskan peran Sinar Mas bukan hanya di sektor keuangan dan agribisnis, tetapi juga dalam memperkuat transisi energi hijau Indonesia.
Proyek ini menjadi simbol bahwa kiprah taipan lokal kini semakin lekat dengan agenda pembangunan berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















