Berita Geothermal — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kunjungan ini bertujuan menjalin komunikasi sekaligus mempelajari praktik terbaik pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih.
Dalam kunjungan yang dilakukan pada Kamis (21/8) tersebut, rombongan DPRD NTT diterima oleh tim PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang. PGE memaparkan informasi mengenai operasional pembangkit, pengelolaan panas bumi, hingga mengajak para anggota dewan ke lokasi inovasi pemanfaatan langsung energi panas bumi atau direct use. Beberapa di antaranya adalah geothermal coffee process, geothermal sterilizer, dan pemanfaatan di dry house.
Selain berdiskusi, rombongan juga diajak berkeliling melihat langsung fasilitas pembangkit, termasuk mengunjungi salah satu sumur panas bumi yang masih beroperasi maksimal, yakni KMJ-55.
“PGE Area Kamojang dengan bangga menyambut kunjungan kerja dari DPRD NTT. Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia,” tulis PGE dalam unggahan resmi pada Kamis (28/8).
NTT sendiri diketahui memiliki potensi panas bumi yang besar, dengan estimasi cadangan mencapai 1.341,5 MW atau sekitar 1.266 MW. Karena itu, DPRD NTT menilai penting untuk mempelajari praktik pengelolaan panas bumi di daerah lain agar bisa diterapkan dalam mendorong ketahanan energi di NTT maupun skala nasional.
Kunjungan ke PLTP Kamojang bukanlah studi banding pertama DPRD NTT. Sebelumnya, pada Juli 2025, sejumlah anggota DPRD dari Komisi II, IV, dan V telah mendatangi PLTP Ulumbu di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai.
Saat itu, rombongan melakukan penggalian informasi serta cross check fakta lapangan terhadap unit eksisting yang sudah beroperasi sejak 11 November 2011.
Melalui rangkaian kunjungan ini, DPRD NTT berharap dapat membawa inspirasi serta pengalaman baru tentang pemanfaatan energi bersih panas bumi.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















