Berita Geothermal — Upaya pemerintah untuk memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi listrik hijau yang ramah lingkungan terus berlanjut. Setelah meresmikan delapan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada Kamis (26/6), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap melelang 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) baru.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan konsultasi pasar terkait rencana lelang tersebut. Namun pelaksanaan lelang masih menunggu revisi aturan terkait mekanisme lelang WKP.
“Lelang 10 WKP ini akan dilakukan secara daring, tetapi waktunya masih menunggu keputusan Menteri ESDM. Kemungkinan besar akan digelar pada kuartal ketiga 2025, antara Juli hingga September,” jelas Eniya.
Minat Perusahaan Migas Asing Menguat
Eniya menambahkan bahwa sejumlah perusahaan migas global mulai menunjukkan ketertarikan terhadap sektor panas bumi Indonesia. Di antaranya adalah Inpex Corporation dan Chevron Corporation, yang telah menyatakan minat untuk mengikuti lelang 10 WKP yang akan dibuka.
Bahkan, Chevron telah lebih dulu terjun ke sektor ini melalui proyek pengembangan panas bumi Way Ratai di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan kapasitas 55 MW. Proyek ini digarap bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
“Industri energi fosil asing kini mulai melirik pengembangan PLTP di dalam negeri,” ujar Eniya.
Menurutnya, perusahaan minyak memiliki kesiapan teknologi dan pengalaman yang relevan, karena proses awal pengembangan PLTP memiliki kemiripan dengan eksplorasi minyak mentah, yakni sama-sama dimulai dari proses pengeboran.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















