Jakarta, Berita Geothermal – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Pemanfaatan sumber energi terbarukan ini terus didorong untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan emisi karbon.
Salah satu perusahaan yang aktif mengembangkan energi panas bumi di Tanah Air adalah PT Supreme Energy. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di sejumlah wilayah potensial di Indonesia.
Didirikan pada 2007, Supreme Energy berkembang menjadi salah satu pengembang panas bumi swasta yang berkontribusi dalam penyediaan listrik ramah lingkungan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Berdiri Tahun 2007, Fokus Mengembangkan Energi Panas Bumi
PT Supreme Energy didirikan pada Oktober 2007 oleh pengusaha energi Supramu Santosa. Perusahaan ini dibangun dengan tujuan mengembangkan potensi energi panas bumi Indonesia yang melimpah sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. 
Sejak awal berdiri, perusahaan melakukan survei awal terhadap beberapa wilayah prospektif panas bumi di Pulau Sumatra. Dari hasil survei tersebut, perusahaan berhasil memperoleh izin pengusahaan panas bumi untuk tiga wilayah kerja utama yang kemudian dikembangkan melalui skema kerja sama dengan mitra internasional. 
Selain mengembangkan proyek panas bumi, Supreme Energy juga aktif berkontribusi dalam pengembangan industri geothermal nasional, termasuk terlibat dalam berbagai inisiatif dan kelompok kerja yang membantu pemerintah merumuskan kebijakan serta regulasi sektor panas bumi di Indonesia. 
Visi Menjadi Produsen Panas Bumi Terkemuka di Indonesia
Dalam menjalankan bisnisnya, Supreme Energy memiliki visi untuk menjadi produsen panas bumi terkemuka dan paling dihormati di Indonesia dengan menghasilkan listrik bersih dan berkelanjutan serta memberikan nilai maksimal bagi para pemangku kepentingan. 
Untuk mencapai visi tersebut, perusahaan menjalankan sejumlah misi strategis, antara lain:
• Mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai potensi terbaik
• Menjaga komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan lingkungan
• Menggunakan teknologi energi terbaru yang efisien dan ramah lingkungan
• Menjaga profesionalisme, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap hukum serta standar etika
• Mendorong komunikasi yang terbuka dan kerja sama tim
• Memenuhi kepentingan para pemegang saham
• Menjadi mitra strategis bagi investor, pemerintah, masyarakat, dan karyawan
• Menjaga keberlanjutan bisnis dengan visi jangka panjang
Pendekatan tersebut menjadi dasar pengembangan proyek energi panas bumi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam sektor energi terbarukan nasional. 
Mengembangkan Sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi
Dalam operasionalnya, Supreme Energy mengembangkan sejumlah proyek panas bumi utama di Pulau Sumatra. Proyek-proyek tersebut dikelola melalui perusahaan patungan bersama mitra internasional.
Beberapa wilayah kerja panas bumi yang menjadi fokus pengembangan antara lain:
• Muara Laboh di Sumatra Barat
• Rantau Dedap di Sumatra Selatan
• Rajabasa di Lampung
Ketiga proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. 
Proyek Muara Laboh: Pemasok Listrik Bersih dari Sumatra Barat
Salah satu proyek utama perusahaan adalah pengembangan panas bumi Muara Laboh yang dikelola oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML). Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Supreme Energy, INPEX Corporation dari Jepang, dan Sumitomo Corporation. 
Wilayah kerja panas bumi tersebut berada di kawasan Liki Pinangawan Muara Laboh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat. Proyek ini dimulai dengan survei awal pada 2008 sebelum akhirnya memasuki tahap pengembangan lebih lanjut. 
Setelah menandatangani perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) pada 2012, proyek Muara Laboh kemudian melanjutkan tahapan eksplorasi, pengujian sumur, hingga studi kelayakan. 
Pembangunan proyek memasuki tahap konstruksi setelah mencapai financial close pada 2017. Listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini kemudian disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kV yang terhubung dengan sistem kelistrikan Sumatra milik PLN. 
Unit pertama PLTP Muara Laboh mulai beroperasi secara komersial pada 16 Desember 2019 dengan kapasitas listrik bersih sekitar 86 MW yang disalurkan ke jaringan listrik nasional. 
Selain berkontribusi pada pasokan listrik nasional, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti membuka lapangan kerja, mendukung kegiatan usaha lokal, serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan. 
Ekspansi Muara Laboh Unit 2 dan Rencana Unit 3
Keberhasilan pengembangan Unit 1 mendorong perusahaan melanjutkan ekspansi proyek Muara Laboh melalui pembangunan Unit 2.
Proyek Unit 2 mencapai sejumlah tonggak penting pada 2024, termasuk penandatanganan perubahan perjanjian jual beli listrik, persetujuan tarif listrik, serta kontrak EPC untuk pembangunan pembangkit. 
Pada 2025 proyek ini berhasil mencapai tahap financial close dan kini sedang menuju target operasi komersial pada 2027 dengan kapasitas sekitar 80 MW. 
Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan Unit 3 dengan kapasitas sekitar 60 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2034. 
Pengembangan Unit 2 diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon sekitar 938.000 ton CO₂ per tahun serta membuka lebih dari 1.000 lapangan kerja selama masa konstruksi. 
Proyek Rantau Dedap Beroperasi Sejak 2021
Selain Muara Laboh, Supreme Energy juga mengembangkan proyek panas bumi Rantau Dedap di Sumatra Selatan melalui PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD).
Proyek ini memulai pembangunan infrastruktur sejak 2013, termasuk pembangunan jalan akses menuju lokasi proyek sepanjang sekitar 42 kilometer. 
Serangkaian pengeboran sumur eksplorasi dilakukan hingga 2015, yang kemudian dilanjutkan dengan studi kelayakan pada 2016. Hasil studi tersebut menunjukkan potensi cadangan panas bumi dengan kapasitas sekitar 92 MW. 
Setelah mencapai tahap pendanaan proyek pada 2018, pembangunan pembangkit listrik dilanjutkan hingga akhirnya mencapai operasi komersial pada 26 Desember 2021 dengan kapasitas sekitar 91,2 MW.
Sumber Website : https://www.supreme-energy.com/id
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















