Jakarta, Berita Geothermal – Indonesia memiliki kekayaan sumber daya panas bumi yang sangat besar. Kondisi geologis yang berada di jalur cincin api menjadikan negara ini menyimpan potensi energi panas bumi yang melimpah dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Potensi tersebut mendorong pengembangan berbagai proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Salah satu proyek panas bumi terbesar di Indonesia adalah Sarulla Geothermal Power Plant yang dikelola oleh Sarulla Operations Ltd (SOL). Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) ini memiliki kapasitas hingga sekitar 330 megawatt (MW) dan berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.
Proyek ini menjadi salah satu pembangkit panas bumi terbesar di dunia yang dibangun dalam satu kontrak pengembangan, sekaligus menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Konsorsium Pengembang
Sarulla Operations Ltd merupakan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium sejumlah perusahaan energi internasional dan nasional. Konsorsium tersebut terdiri dari Medco Power Indonesia, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Company, Inpex Corporation, serta Ormat Technologies.
Total investasi proyek panas bumi Sarulla mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS. Proyek ini juga mendapat dukungan pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan internasional serta dukungan pemerintah Indonesia dalam rangka mempercepat pengembangan energi bersih.
Dengan kapasitas hingga 330 MW, listrik yang dihasilkan dari proyek ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.
Sejarah Panjang Pengembangan Proyek
Pengembangan proyek Sarulla memiliki perjalanan panjang sejak awal 1990-an. Pada tahun 1993, Unocal North Sumatra Geothermal menandatangani Joint Operation Contract (JOC) dengan Pertamina serta Energy Sales Contract (ESC) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pada periode 1993 hingga 1997, kegiatan eksplorasi dilakukan di beberapa wilayah panas bumi seperti Silangkitang, Namora-I-Langit, dan Sibual-buali. Kegiatan tersebut meliputi pengeboran eksplorasi, pengumpulan data geologi, serta pembangunan fasilitas awal proyek.
Namun proyek ini sempat terhenti pada tahun 1998 akibat krisis ekonomi Asia yang berdampak besar terhadap investasi di sektor energi.
Pada tahun 2004, proyek Sarulla kemudian dialihkan kepada PLN. Dua tahun kemudian, PLN menunjuk konsorsium Sarulla untuk melanjutkan pengembangan proyek panas bumi tersebut.
Pada tahun 2007, PLN bersama Pertamina Geothermal Energy dan konsorsium Sarulla menandatangani amandemen pertama kontrak ESC dan JOC. Dalam proses tersebut, konsorsium Sarulla juga melakukan pembayaran sebesar 70 juta dolar AS kepada PLN sebagai bagian dari proses penutupan keuangan proyek.
Selanjutnya pada periode 2008 hingga 2009 dilakukan negosiasi ulang tarif listrik akibat dampak krisis keuangan global. Pada tahun 2011, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyetujui penyesuaian tarif melalui skema tarif bertahap guna memastikan kelayakan proyek.
Setelah melalui berbagai proses pengembangan yang panjang, proyek Sarulla akhirnya memasuki tahap konstruksi hingga siap beroperasi secara komersial.
Operasi Komersial Sejak 2017
PLTP Sarulla mulai beroperasi secara bertahap sejak tahun 2017. Unit pertama mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2017. Unit kedua mulai beroperasi pada Oktober 2017, sementara unit ketiga mulai beroperasi pada Mei 2018.
Ketiga unit pembangkit tersebut menghasilkan listrik hingga sekitar 330 MW yang disalurkan ke sistem kelistrikan Sumatera Utara.
Energi listrik dihasilkan dari uap dan air garam panas bumi yang berasal dari reservoir di kawasan Silangkitang dan Namora-I-Langit. Selain itu, wilayah Donotok dan Sibual-buali di Kabupaten Tapanuli Selatan juga memiliki potensi sumber daya panas bumi yang terkait dengan pengembangan Sarulla.
Teknologi Pembangkit Panas Bumi
PLTP Sarulla menggunakan teknologi Integrated Geothermal Combined Cycle Unit (IGCCU). Teknologi ini memungkinkan pembangkit memanfaatkan uap panas bumi dan air garam panas bumi secara bersamaan untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien.
Dalam prosesnya, fluida panas bumi dua fase dipisahkan di stasiun pemisah. Uap yang dihasilkan kemudian dialirkan ke turbin uap tekanan balik, sementara air garam panas bumi dimanfaatkan dalam sistem pembangkit biner menggunakan teknologi Organic Rankine Cycle (ORC).
Melalui teknologi tersebut, pembangkit mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam sebagai pembangkit beban dasar.
Selain itu, seluruh cairan panas bumi yang telah dimanfaatkan akan disuntikkan kembali ke dalam reservoir melalui sumur injeksi guna menjaga keberlanjutan sumber daya panas bumi.
Infrastruktur dan Kapasitas Pembangkit
Fasilitas pembangkit Sarulla terdiri dari dua kompleks utama yaitu fasilitas Silangkitang (SIL) dan fasilitas Namora-I-Langit (NIL).
Fasilitas Silangkitang mulai beroperasi pada Maret 2017 dan dilengkapi dengan turbin uap tekanan balik serta sejumlah unit pembangkit siklus biner berbasis Organic Rankine Cycle.
Selain itu, fasilitas ini juga memiliki sistem pemisah uap dan air garam serta jaringan pipa pengumpulan dan injeksi sepanjang sekitar lima kilometer.
Sementara itu, fasilitas Namora-I-Langit yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Silangkitang terdiri dari dua unit pembangkit, yaitu NIL-1 dan NIL-2.
NIL-1 mulai beroperasi pada Oktober 2017 sedangkan NIL-2 mulai beroperasi pada Mei 2018.
Seluruh sistem pembangkit didukung oleh teknologi IGCCU serta sistem kontrol terintegrasi berbasis Distributed Control System (DCS) dan Programmable Logic Controller (PLC). Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui gardu induk 150 kilovolt yang terhubung dengan jaringan transmisi PLN.
Komitmen Sosial dan Lingkungan
Selain fokus pada pengembangan energi panas bumi, Sarulla Operations Ltd juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek, khususnya di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu.
Program CSR perusahaan mencakup berbagai sektor seperti pertanian, pemulihan mata pencaharian masyarakat, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta program sosialisasi energi panas bumi kepada masyarakat.
Perusahaan juga menempatkan keselamatan kerja, kesehatan pekerja, serta perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam operasionalnya.
Upaya pengelolaan lingkungan dilakukan melalui berbagai program pengendalian polusi udara, air, dan tanah serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Jajaran Manajemen Perusahaan
Sarulla Operations Ltd dipimpin oleh sejumlah profesional dengan pengalaman panjang di sektor energi dan infrastruktur.
Posisi Chief Executive Officer dijabat oleh Taku Kimura sejak April 2025. Ia memiliki pengalaman hampir 30 tahun dalam pengembangan, pembiayaan, investasi, konstruksi, dan pengoperasian proyek infrastruktur global, termasuk sektor energi dan lingkungan. Sebelumnya ia berkarier di Itochu Corporation dan pernah memimpin kantor perwakilan perusahaan tersebut di Jakarta.
Posisi Chief Operating Officer dijabat oleh Riza Pasikki, seorang insinyur profesional dengan pengalaman hampir tiga dekade di industri energi, khususnya panas bumi. Ia sebelumnya terlibat dalam pengembangan sejumlah proyek panas bumi di Indonesia, termasuk proyek Sorik Marapi dan Sokoria, serta pernah bekerja di Chevron, Unocal, dan BP Chemical.
Sementara itu posisi Chief Financial Officer dipegang oleh Kiyoshi Ito yang bergabung dengan perusahaan pada tahun 2023. Ia memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengembangan bisnis kelistrikan di berbagai wilayah seperti Asia, Amerika Latin, dan Eropa.
Di bidang administrasi perusahaan, posisi Chief Administrative Officer dijabat oleh Truelly Anriza sejak Maret 2022. Ia sebelumnya berkarier di Medco Energi Internasional dan memiliki pengalaman luas di bidang keuangan, sistem informasi, serta pengelolaan organisasi di sektor energi.
Dengan pengalaman panjang pengembangan proyek dan dukungan teknologi modern, Sarulla Operations Ltd menjadi salah satu pengembang energi panas bumi yang berperan penting dalam mendorong pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Sumber Website : https://sarullaoperations.com
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















