Jakarta, Berita Geothermal – Perjalanan panjang Chevron di Indonesia memasuki satu abad sejak pertama kali melakukan ekspedisi geologi di Sumatra pada 1924. Selama periode tersebut, perusahaan energi global itu menjadi salah satu pemain penting dalam industri minyak, gas, hingga pengembangan energi bersih di Tanah Air.
Dikutip dari laman resmi perusahaan, Jumat (6/3/2026), awal keterlibatan Chevron di Indonesia bermula ketika Standard Oil Company of California (Socal) yang kini dikenal sebagai Chevron mengirim tim geologi untuk melakukan eksplorasi di Pulau Sumatra.
Sejumlah temuan besar kemudian lahir dari eksplorasi tersebut. Pada 1941, pengeboran dilakukan di Lapangan Duri, sementara pada 1944 ditemukan sumur minyak di sekitar desa Minas yang berkembang menjadi salah satu ladang minyak terbesar di Asia Tenggara. Produksi minyak dari wilayah tersebut mulai berjalan pada 1952.
Selama puluhan tahun, Chevron menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia. Secara kumulatif, produksi perusahaan ini tercatat mencapai sekitar 12 miliar barel minyak sejak 1952 dan sempat menyumbang sekitar 40 persen dari total produksi minyak mentah nasional hingga Agustus 2021.
Selain di darat, perusahaan ini juga pernah mengoperasikan proyek laut dalam pertama di Indonesia melalui Lapangan West Seno di Selat Makassar yang mulai beroperasi pada 2003.
Di sektor energi panas bumi, Chevron juga pernah menjadi produsen terbesar di Indonesia dengan kapasitas terpasang mencapai 647 megawatt hingga 2017.
Transisi Blok Migas dan Bisnis Baru
Seiring perubahan kebijakan energi nasional, Chevron menyelesaikan masa kontrak bagi hasil di Blok Rokan pada 8 Agustus 2021 dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina.
Perusahaan juga menutup transaksi penjualan saham sejumlah anak usahanya Chevron Makassar Ltd, Chevron Ganal Ltd, dan Chevron Rapak Ltd kepada perusahaan energi asal Italia, Eni, pada Oktober 2023. Aset tersebut mencakup operasi laut dalam di Kalimantan Timur serta proyek gas laut dalam yang dikenal sebagai Indonesia Deepwater Development (IDD).
Meski demikian, Chevron masih menjalankan sejumlah aktivitas di Indonesia, termasuk penyelesaian kewajiban administratif terkait kontrak bagi hasil sebelumnya serta penjajakan peluang bisnis baru.
Fokus Energi Rendah Karbon
Dalam beberapa tahun terakhir, Chevron mulai memperluas kolaborasi dengan perusahaan milik negara Indonesia untuk mengembangkan energi rendah karbon. Kerja sama tersebut melibatkan Pertamina Geothermal Energy serta Pupuk Indonesia dalam penjajakan teknologi energi bersih.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pengembangan wilayah kerja panas bumi Way Ratai di Provinsi Lampung. Konsorsium Pertamina Geothermal Energy dan Chevron ditetapkan sebagai pemenang lelang wilayah kerja tersebut oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Juni 2023.
Dalam proyek ini, kedua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan yang bertugas mengelola eksplorasi hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Selain untuk pembangkit listrik, potensi panas bumi di wilayah tersebut juga akan dikaji untuk pengembangan hidrogen hijau dan amonia rendah karbon.
Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
Di luar sektor energi, Chevron juga menjalankan program sosial dan lingkungan bersama YCAB Foundation melalui Sustainable Youth Empowerment Program (SYEP). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pengelolaan dan daur ulang sampah.
Program tersebut melibatkan ratusan siswa dari SMAN 97 Jakarta dan SMKN 32 Jakarta yang mengikuti pelatihan pemilahan sampah hingga pembuatan produk kreatif dari barang bekas.
Kegiatan tersebut ditutup dengan kompetisi karya daur ulang, termasuk produk inovatif seperti talenan dari tutup botol plastik, sistem botol sabun guna ulang, hingga furnitur taman berbasis ecobrick.
Restorasi Mangrove di Jakarta
Upaya lingkungan Chevron juga dilakukan melalui dukungan terhadap program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) sejak 2018 di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta.
Program yang dijalankan bersama The Nature Conservancy dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara itu bertujuan memulihkan ekosistem mangrove sekaligus membangun pusat edukasi mangrove di Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi pesisir.
Melalui berbagai proyek energi dan program lingkungan tersebut, Chevron menyatakan tetap menjalankan operasinya dengan standar industri global serta berfokus pada pengurangan intensitas karbon sekaligus pengembangan bisnis energi rendah emisi.
Sumber Website: https://indonesia.chevron.com/
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















