Berita Geothermal — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat berkat potensinya dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Dalam pertemuan nasional, Presiden Prabowo Subianto beberapa kali menyinggung NTT, baik terkait ketahanan pangan, ketersediaan air, maupun upaya menuju swasembada energi.
Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan PT PLN (Persero) dalam menghadirkan akses dan layanan listrik yang lebih merata.
Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Imanuel Melkiades Laka Lena, saat menerima jajaran PT PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (28/8).
Dalam audiensi tersebut, PLN memaparkan rencana pengembangan EBT untuk 10 tahun ke depan, termasuk pemanfaatan panas bumi yang menjadi salah satu sumber energi andalan NTT.
Selain itu, PLN juga menegaskan komitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) agar pembangunan infrastruktur energi memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Gubernur Melki mengapresiasi langkah strategis PLN sekaligus menekankan pentingnya pembangunan energi yang berorientasi pada ketahanan energi, pangan, dan air sebagaimana arahan Presiden.
Ia juga mendorong agar pengelolaan pembangkit EBT, termasuk panas bumi, dilakukan sesuai standar, prosedur, dan harapan masyarakat.
Dalam kesempatan itu Gubernur pun mendorong pihak PLN agar membuka ruang komunikasi yang luas dengan masyarakat serta memberikan edukasi secara kontinyu dan intens untuk meminimalisir kesalahfahaman.
“Kami berharap PLN membuka komunikasi yang baik dengan masyarakat untuk meminimalisir kesalahpahaman terkait pengembangan EBT. Hal-hal baik yang dikerjakan PLN harus disampaikan secara terbuka, agar masyarakat ikut merasakan manfaat dan mendukung pengembangan energi bersih ini,” tegas Gubernur Melki.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















