GARUT, Beritageothermal.com – Energi panas bumi ternyata tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Di kawasan Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, panas bumi juga dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha mikro mengembangkan produk pangan lokal melalui teknologi pengering Geothermal Dehydrator.
Teknologi yang dikembangkan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang tersebut menjadi alternatif pengeringan produk pertanian dan makanan olahan. Kehadirannya membantu kelompok wanita tani (KWT) mengatasi kendala cuaca, terutama di kawasan dataran tinggi yang memiliki kelembapan udara dan curah hujan relatif tinggi.
Salah satu lokasi pemanfaatannya berada di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di tempat tersebut, mesin Geothermal Dehydrator bekerja memanfaatkan panas bumi untuk mempercepat proses pengeringan berbagai bahan pangan.
Inovasi ini menjadi solusi bagi pelaku usaha yang sebelumnya mengandalkan penjemuran langsung menggunakan sinar matahari. Dengan temperatur yang dapat diatur, proses pengeringan bisa berlangsung lebih cepat tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.
Manfaat teknologi tersebut dirasakan langsung Teti Setiarum, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari di Legokpulus, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Teti mengaku fasilitas Geothermal Dehydrator memberikan kemudahan dalam menjalankan kegiatan produksi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pengeringan bahan baku makanan olahan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya fasilitas alat penjemuran dehydrator ini,” katanya di Garut, Minggu (1/11/2026).
Teti yang merintis usaha sejak 2017 itu mulai bergabung dengan program pembinaan PGE Kamojang pada 2022. Sejak saat itu, usahanya mendapatkan dukungan berupa fasilitas produksi yang membantu meningkatkan kapasitas pengolahan pangan.
Menurutnya, kemampuan mesin mengatur temperatur membuat proses pengeringan lebih efisien dibandingkan menggunakan oven listrik berdaya besar maupun metode penjemuran konvensional.
“Jika dibandingkan dengan proses pengeringan menggunakan oven berdaya listrik tinggi atau pengeringan alami, tentu saja ini lebih hemat dan efisien,” ujarnya.
KWT Mekarsari mengembangkan berbagai produk pangan lokal, salah satunya keripik seblak kering yang dikenal dengan sebutan keripik sebring. Produk bercita rasa khas Sunda dengan racikan rempah tersebut dipasarkan menggunakan merek KWT Mekarsari.
Dukungan fasilitas produksi dan pendampingan usaha turut mendorong perkembangan bisnis yang dijalankan Teti. Bahkan, dalam enam bulan terakhir, omzet usahanya diklaim telah mendekati Rp 100 juta per bulan.
“Alhamdulillah sejak beberapa bulan terakhir ini, omzet kami terus bertambah,” tuturnya.
KWT Gayatri Juga Rasakan Manfaat Teknologi Geotermal
Manfaat pemanfaatan panas bumi untuk sektor pangan juga dirasakan kelompok usaha lainnya, yakni KWT Gayatri di Kampung Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Titin Sumartini (30), salah satu pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok tersebut, mengatakan keikutsertaannya dalam koperasi PGE Kamojang memberikan sejumlah keuntungan bagi perkembangan usaha.
Tidak hanya memperoleh kemudahan akses permodalan dan pemasaran, kelompoknya juga mendapatkan dukungan peralatan produksi serta akses pemanfaatan Geothermal Dehydrator.
“Banyak keuntungan dan kemudahan yang kami dapatkan setelah bergabung dengan koperasi PGE,” katanya.
Dukungan tersebut dinilai membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan produksi sekaligus memperluas peluang pemasaran produk pangan lokal.
PGE Kamojang Perluas Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Warga
Humas Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Erwandi Yanto, menjelaskan bahwa penyediaan sarana produksi berbasis teknologi merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung keberlanjutan usaha kelompok binaan.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak terbatas pada Geothermal Dehydrator. PGE Kamojang juga menghadirkan sejumlah fasilitas lain, seperti pengering kopi berbasis panas bumi melalui dry house geothermal hingga fasilitas pengeringan pupuk Geofert.
Berbagai sarana tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produk yang memiliki kreativitas, inovasi kemasan, serta potensi bersaing di pasar nasional.
Selain memberikan dukungan peralatan, perusahaan turut membantu memperkenalkan produk melalui promosi dan memperluas jaringan pemasarannya.
“Kami juga membantu dari aspek pemasaran dan promosinya,” ujarnya.
Saat ini, produk-produk Geothermal Food hasil produksi kelompok wanita tani binaan tersebut juga telah tersedia melalui sejumlah marketplace.
Dengan demikian, pemanfaatan panas bumi tidak hanya berhenti pada penyediaan energi, tetapi turut dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
Pemkab Garut Apresiasi Pengembangan Pangan Lokal
Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PGE Kamojang juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Garut.
Ketua Tim Pengembangan Pangan Lokal Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Diah Pitaloka, menilai KWT Mekarsari mempunyai potensi dalam mengembangkan komoditas pangan lokal.
Menurutnya, dukungan terhadap kelompok tersebut diperlukan agar potensi produk lokal dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami menilai bahwa KWT Mekarsari ini memiliki potensi pangan lokal,” ujarnya.
Diah juga berharap program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR PGE Kamojang dapat menjangkau desa maupun wilayah lain yang mempunyai potensi pengembangan pangan lokal serupa.
Ia menilai keberhasilan KWT Mekarsari dan KWT Gayatri dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dapat menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap, PGE Kamojang melalui program CSR nya juga dapat turut membantu mengembangkan desa atau wilayah lainnya yang memiliki potensi serupa,” tuturnya.
Pengembangan Geothermal Food tersebut memperlihatkan salah satu bentuk diversifikasi pemanfaatan energi panas bumi. Melalui dukungan teknologi, pendampingan, dan akses pemasaran, potensi panas bumi Kamojang dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini















