Jakarta, Berita Geothermal – Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI), Hasanuddin, menegaskan bahwa geothermal atau panas bumi merupakan energi bersih yang strategis untuk transisi energi nasional.
Menurut Hasanuddin, energi panas bumi memiliki emisi karbon rendah dan dapat menyediakan listrik stabil 24 jam, sehingga sangat penting untuk ketahanan energi nasional dan pencapaian target energi hijau Indonesia.
Meski bersih dari karbon, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tetap dapat berdampak pada ekosistem hutan, air, dan kehidupan masyarakat sekitar.
Untuk itu, Hasanuddin menekankan bahwa mitigasi dampak ekologis harus direncanakan sejak tahap awal, dan perencanaan ini dapat melibatkan perguruan tinggi, ahli ekologi, serta pegiat atau organisasi lingkungan hidup. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko lingkungan dan sosial.
“Tidak ada energi yang sepenuhnya tanpa risiko. Namun dengan tata kelola yang baik, pengelolaan limbah, dan keterlibatan masyarakat lokal, dampak ekologis geothermal dapat diminimalkan,” kata Hasanuddin. Rabu (28/1/2026).
Selain itu, Hasanuddin menyoroti peran pemerintah, khususnya Direktorat Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, untuk melakukan pemetaan potensi konflik ekologis dan sosial sejak awal, sehingga pembangunan PLTP dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
Menurut Hasanuddin, penolakan beberapa pihak lingkungan terhadap geothermal bukan berarti energi ini tidak bersih, tetapi lebih menekankan perlunya pengelolaan ekologis yang bertanggung jawab.
ADPPI mendorong pemerintah, BUMN, dan pengembang untuk mengedepankan perencanaan matang, kolaborasi lintas pihak, dan teknologi ramah lingkungan, sehingga geothermal dapat menjadi energi bersih berkelanjutan yang tetap menjaga kelestarian alam.
“Geothermal adalah masa depan energi bersih Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana mengelolanya dengan bijak agar tetap ramah lingkungan dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Hasanuddin.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















